Disbun Gelar Rakornis Perkebunan Tahun 2011
07 Desember 2011 Admin Website Artikel 295

BALIKPAPAN. Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Perkebunan yang akan berlangsung mulai hari ini Rabu (07/12) bertempat di Grand Tiga Mustika, Balikpapan yang rencananya akan diikuti seluruh Dinas Perkebunan di 14 Kabupaten dan Kota se-Kaltim.

Rakornis dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan, Ir. Moch. Yusuf, M.Si  mengambil tema “Percepatan Revitalisasi Perkebunan serta Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional untuk Mewujudkan Perkebunan yang Berdaya Saing, Berkerakyatan dan Berkelanjutan Menuju Kaltim Bangkit 2013”.

Dalam sambutan, Moch Yusuf  menyampaikan pentingnya pelaksanaan Rakornis yang rencana awalnya dilaksanakan pada awal Nopember lalu, adalah salah satu bentuk tindak lanjut dari pelaksanaan Rapat Koordinasi Perkebunan (Rakorbun) yang telah dilaksanakan bulan Maret 2011 yang lalu,dimana lebih menitikberatkan kepada koordinasi dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2011.

“Ada beberapa hal penting yang menjadi topik utama dalam penyelenggaraan Rakornis kali ini, diantaranya Revitalisasi Perkebunan, Gernas Kakao, ISPO dan solusi penanganan Gangguan Usaha Perkebunan “, ujar Moch. Yusuf lagi menambahkan.

Tujuan utama program ini, untuk menghimpun data perkembangan pelaksanaan kegiatan di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota, Evaluasi kegiatan APBD dan APBN TA. 2011 dan rekonsiliasi data perkembangan 1 Juta hektar kelapa sawit dan permasalahan replanting kelapa sawit.

Hasil proses musyawarah tersebut diharapkan diperolehnya data perkembangan pelaksanaan kegiatan baik APBD maupun APBN serta tindak lanjut pelaksanaan di lapangan untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan pembangunan perkebunan. Selain itu juga untuk menghimpun data realisasi 1 Juta Ha kelapa sawit dan tersosialisasinya rencana kegiatan APBN tahun 2011.

Acara ini rencananya akan dilanjutkan dengan Orientasi Lapangan (OL) ke Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung guna mengunjungi pusat pengembangan komoditi lada  sebagai studi banding pengembangan Gerakan Lokal (Gerlok) Lada di Kaltim yang baru dimulai tahun ini, dimana Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara menjadi pusat pengembangan komoditi ini.

Kepala Sub Bagian Perencanaan, Ir.H.Sudihardani, MP selaku ketua panitia Rakornis  menuturkan tujuan utama dari kunjungan orientasi lapangan ini sendiri antara lain mempelajari teknis pengembangan dan budidaya tanaman lada di Belitung mulai penyediaan bibit, budidaya hingga pasca panen. Selain guna mempelajari sistem pembiayaan dan sumber - sumber pembiayaan yang mendukung pengembangannya, juga mempelajari sistem kelembagaan, pemasaran dan penyiapan SDM petani pada pengembangan tanaman lada.

Komoditi lada di Kalimantan Timur sendiri  telah lama dikembangkan secara swadaya. Sampai dengan tahun 2010 luas areal pengembangan mencapai 12.505 Ha dengan jumlah produksi sebanyak 13.101 ton lada kering.

Sampai dengan beberapa waktu lalu, lada merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Kalimantan Timur yang cukup penting, yang dikenal dengan mutu white pepper Samarinda. Setelah harga komoditi tersebut jatuh di pasaran dunia sampai pada titik yang paling rendah dan bencana kebakaran lahan serta kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur tahun 1982 yang lalu produksi lada Kalimantan Timur menurun secara drastis, sehingga sejak saat itu Kalimantan Timur tidak lagi tercatat sebagai pengekspor  lada.

“Hasil dari kunjungan ini diharapkan menambah wawasan, pengalaman dan pengetahuan peserta mengenai budidaya dan pengelolaan tanaman lada sehingga dapat diterapkan di Kalimantan Timur. Selain itu diperoleh juga beberapa informasi mengenai pola baru dalam pengembangan komoditi lada sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan pendapatannya. Serta menjadi referensi dalam sistem penyediaan bibit, budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman lada”, harap Sudihardani lagi. (rey)

SUMBER : SUB BAGIAN PERENCANAAN PROGRAM


Artikel Terkait