Investasi Perkebunan Rp 20,8 Triliun
24 Agustus 2009 Admin Website Artikel 333
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan Perikanan dan Peternakan (Disbuntanakan) Kubar Ir Achmad Sofyan di kantornya, belum lama ini.

#img1# Pengembangan PBS di Kubar sangat menjanjikan. Terutama, sektor perkebunan kelapa sawit mencapai 99,9 persen, sisanya perkebunan karet. Hasil perhitungan dari investasi sektor perkebunan mencapai Rp 20,8 triliun. "Dari perhitungan, rata-rata biaya pengelolaan kelapa sawit Rp 39 juta per hektare," sebut Achmad Sofyan. Nominal ini belum termasuk pembangunan pendukung sarana dan prasarana seperti infrastruktur jalan di areal perkebunan kepala sawit, dan pabrik.

Untuk proses izin dari 38 PBS dijelaskannya, 24 perusahaan dalam bentuk izin usaha perkebunan (IUP) dengan total luasan 370.915 hektare, termasuk di dalamnya 2 perusahaan yang yang sudah memiliki hak guna usaha (HGU) dengan luas 25.282 hektare. Selanjutnya, 12 perusahaan yang akan mengurus izin IUP dengan luas lahan 137.339 hektare. Dalam perkembangan pembangunan kebun dari PBS tersebut sampai saat ini, dari pemegang IUP /HGU tercatat 8 PBS telah melakukan land clearing (pembersihan lahan). "Luas lahannya mencapai 11.944 hektare dan realisasi tanam 8.515 hektare," ujarnya.

Di samping PBS ada juga koperasi yang mengantongi izin perkebunan. Yaitu Koperasi Serba Usaha (KSU) Danum Paroy Kecamatan Laham seluas 10.000 hektare, dan kelompok tani Pepas Bua Kecamatan Tering seluas 2.058 hektare. Untuk perkembangan pembangunan kebun rakyat (plasma) kelapa sawit dengan sistem pola kemitraan inti plasma. Dalam agenda kerjanya, minimal 20 persen dari luasan lahan tersebut menjadi kewajiban yang harus dibangun oleh perusahaan untuk kebun plasma. "Berdasarkan data potensi plasma berkisar kurang lebih 106.000 hektare. Kebun plasma ini memiliki peran yang besar terhadap perekonomian masyarakat," harapnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 22 AGUSTUS 2009

Artikel Terkait