(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Gelar TOT dan Pelatihan Kelembagaan untuk Perkuat SDM Perkebunan

25 November 2025 Afif Berita Daerah 52
Disbun Gelar TOT dan Pelatihan Kelembagaan untuk Perkuat SDM Perkebunan

SAMARINDA. Suasana UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tampak lebih dinamis pada awal pekan ini, Senin (24/11/2025).

Dalam laporan kegiatan, Dessy Susanti, Penyuluh Pertanian Ahli Muda, menjelaskan bahwa TOT ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dalam pembinaan dan pendampingan petani melalui metode SKE-MK. Pelatihan juga bertujuan membentuk perubahan sikap dan pola pikir penyuluh agar lebih adaptif terhadap pengembangan usaha tani berbasis korporasi.

Selain itu, peserta difasilitasi untuk menumbuhkan kebersamaan dan menyatukan visi kelembagaan petani kelapa sawit, khususnya di Kabupaten Paser, yang diharapkan mampu menciptakan peluang usaha bersama dan meningkatkan orientasi pasar.

Kegiatan resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan yang diwakili Plt. Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda. Dalam arahannya, Asmirilda menyampaikan bahwa pembangunan perkebunan rakyat terus menunjukkan tren positif.

“Saat ini, luas tanaman perkebunan di Kaltim mencapai 1.523.956 hektare, dengan kelapa sawit mendominasi lebih dari 1,3 juta hektare dan menghasilkan 21 juta ton produksi. Angka ini membanggakan, tetapi keberlanjutan hanya bisa terjaga dengan SDM yang kompeten,” tegasnya.

Asmirilda menambahkan bahwa pelatihan seperti TOT telah dijalankan sejak 2015 dan kini telah menghasilkan 181 fasilitator daerah, meski jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan 1.424 penyuluh yang ada saat ini.

Bagi petani, pelatihan ini menjadi momentum menyatukan visi kelembagaan, memperkuat rasa kebersamaan, dan meningkatkan kapasitas kelembagaan menuju usaha perkebunan yang produktif dan berorientasi pasar.

Asmirilda berharap pelatihan ini mampu melahirkan petugas yang memiliki kemampuan manajerial dan profesional dalam proses pemberdayaan petani, serta mendorong petani memperkuat kelembagaan menuju model korporasi dan kemitraan berkelanjutan.

“Pembinaan yang optimal akan meningkatkan mutu, hasil, dan produktivitas perkebunan rakyat. Di sinilah peran penyuluh dan kelembagaan petani menjadi kunci,” pungkasnya. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait