Harga Karet Naik Rp 9 Ribu
08 Februari 2010 Admin Website Artikel 278
"Karet yang dijual ke pabrik di Banjarmasin itu sesuai permintaan pabrik," sebut Milon, kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kubar baru-baru ini.

#img1# Kabar yang mengejutkan ungkap Milon, pantauan sepekan ini, harga karet kering di pabrik mencapai Rp 24 ribu rupiah per kilogram. Sementara Kubar masih mengirimkan karet basah. "Berarti harga jualnya sekarang ada kenaikan untuk karet basah. Sekarang Rp 9 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram," terangnya.

Menanggapi berdirinya Asosiasi Pedagang Bahan Olah Karet (Bokar) Kubar, ia sangat mendukung. Karena tujuannya, salah satu cara menstabilkan harga karet pada titik yang wajar. Misalnya koperasi induk bekerjasama dengan koperasi di kampung-kampung mengenai harga yang diusahakan stabil selama 3 minggu tidak terjadi fluktuasi atau naik turun harga. "Jadi bukan menetapkan harga, namun menstabilkan harga selama kurun waktu 3 minggu agar tidak menyulitkan petani," katanya. Dengan pola ini, katanya, petani dan pedagang karet akan dimudahkan dalam transaksi dan tidak menyulitkan.

Untuk lebih meyakinkan akan stabilnya harga karet ini, ia mengaku selalu memantau harga karet ini setiap hari. "Pemantauan harga karet bisa dilakukan melalui laporan lisan dan SMS (pesan singkat) dari telepon seluler," sebutnya.

Ia pun mengharapkan dukungan dan kerja sama semua pihak dalam menstabilkan harga karet ini, sehingga dapat menguntungkan petani dan pedagang Karet Kubar. "Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dan duduk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi terkait harga dan mutu karet sehingga dapat disepakati semua pihak," pintanya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 8 PEBRUARI 2010

Artikel Terkait