Ekspor Sawit Ditolak AS, Pemerintah Siap Melawan
01 Februari 2012 Admin Website Artikel 306

JAKARTA. Sejak 28 Januari 2012 lalu ekspor produk kelapa sawit asal Indonesia ditolak masuk ke AS karena tudingan tidak ramah lingkungan. Hal ini membuat pemerintah meradang.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tidak ada dasar yang jelas pihak AS melarang kelapa sawit Indonesia dan produk turunannya masuk AS.

"Saya kira itu harus kita jelaskan harus dilawan dan harus diberikan penjelasan dari mana dasarnya. Kalau biodiesel yang bersumber dari CPO itu tidak ramah lingkungan. Dasarnya apa? Kan jelas-jelas seluruh biodiesel itu tidak mengandung emisi karbon," kata Hatta di Istana Negara, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

"Tidak ramah lingkungan di mananya? Nah inilah yang harus dijelaskan secara scientific secara jelas biar diargumentasi kita itu kuat. Kita tidak boleh diam hal-hal seperti itu. Karena ini membahayakan pasar kita. Itu tidak boleh," tegas Hatta.

Hatta mengatakan, tindakan AS ini sebagai suatu aksi proteksionsme perdagangan yang tidak dibenarkan dalam WTO. Karena itu pemerintah bakal mengajak pengusaha untuk melawan aksi AS tersebut.

"Apa bedanya biodesel dan CPO dengan biodesel yang lain. Itu sama! Dia tidak mengandung apa yang disebut emisi karbondioksida yang bersifat kimiawi, itu tidak ada," ujar Hatta.

Dikatakan Hatta, sudah dua kali kelapa sawit Indonesia dihadang di perdagangan internasional. Sebelumnya, Eropa juga sempat menghadang masuknya kelapa sawit asal Indonesia dengan alasan lingkungan.

"Kita sampaikan di WTO dijelaskan, kemudian di AS dijelaskan. Kan kita punya gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia dan macam-macam. Jadi jangan telat harus cepat," tukas Hatta.

DIKUTIP DARI DETIK ONLINE, RABU, 31 JANUARI 2012


Artikel Terkait