Pakistan Diproyeksi Tingkatkan Permintaan CPO Indonesia
05 Januari 2012 Admin Website Artikel 356
JAKARTA. Pakistan diproyeksi bakal meningkatkan permintaan crude palm oil (CPO) beserta turunannya pada 2012 lantaran Indonesia dan Pakistan telah menandatangani preferential trade agreement (PTA).

Demikian pernyataan Ketua Bidang Pemasaran Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Susanto dalam jumpa pers refleksi industri kelapa sawit 2011 dan prospek 2012, Rabu (4/1), di Kantor Gapki, Jakarta.

Susanto menuturkan, pada 2010, Indonesia hanya mengekspor 90 ribu ton CPO dan turunannya ke Pakistan. Namun, pada 2011, ekspor CPO dan turunannya ke Pakistan melonjak menjadi 220 ribu ton.

"Melihat peningkatan yang signifikan ini, kami memproyeksikan pasar CPO dan turunannya di Pakistan dapat melonjak hingga 800 ribu ton," kata Susanto.

Itu juga dipengaruhi oleh dibukanya perdagangan bebas komoditas kelapa sawit Indonesia dengan Pakistan terkait pendandatanganan PTA antara Pakistan dan Indonesia soal pengurangan tarif bea masuk CPO dan turunannya.

"Indonesia dapat merebut pasar kelapa sawit dari Malaysia."

DIKUTIP DARI MEDIA INDONESIA, RABU, 4 JANUARI 2012

Artikel Terkait