Dulunya Pengurus Becak, Sekarang Jadi Petani Sukses
24 Juli 2008 Admin Website Artikel 478
#img1# Setelah pemerintah resmi menghapus keberadaan becak pada 2003 lalu. Bunyamin yang tercatat salah satu pengurus becak saat itu, pada 2004 mendapatkan kesempatan menjadi warga transmigrasi di Sukan Tengah dan diberikan pemukiman serta tanah garapan untuk lahan perkebunan. Meskipun dirinya mengaku buta soal ilmu pertanian atau perkebunan, namun dirinya tetap mengambil kesempatan itu.

"Ketika ditawari untuk menjadi warga transmigrasi, saya langsung mau aja. Karena di pemukiman transmigrasi kita diberikan tempat tinggal dan lahan untuk berkebun. Apalagi selama satu tahun kita diberikan bantuan makanan," kisahnya kepada wartawan harian ini. Ketika masuk menjadi warga transmigrasi di Sukan Tengah tahun 2004 lalu, Bunyamin pun memulai kehidupannya sebagai seorang petani. Pria yang sekarang juga sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) UPT Sukan Tengah SP 3 itu menanam berbagai tanaman, seperti cokelat, pisang, sahang, vanili, keledai dan kelapa.

Karena kerja keras serta mau belajar dan didukung kesuburan tanah di pemukiman trans Sukan Tengah, hasil kebun Bunyamin pun terus mengalami peningkatan. Bahkan dari hasil kebunnya, kata pria kelahiran 9 April 1971 itu, dirinya bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dan tidak bergantung lagi dengan bantuan pemerintah.

"Yang telah menunjukan hasil adalah tanaman sahang dan cokelat. Alhamdulillah hasil panen sahang dan cokelat mencapai 500 kilogram (kg) setahun. Satu bulan bisa panen sampai dua kali," bangga Bunyamin. Hasil panen tersebut kata dia, ada yang dibawa sendiri ke Tanjung Redeb dan ada pula yang dibeli langsung oleh warga yang datang ke tempatnya. "Kalau pemasaran masih lancar saja," imbuhnya. Meskipun kini dirinya merupakan salah seorang petani yang sukses di pemukiman transmigrasi Sukan Tengah. Namun sebagai ketua Gapoktan, dirinya terus berupaya agar masyarakat (warga trans Sukan Tengah,Red) bisa sejahtera. Untuk itu, dirinya pun terus membentuk kelompok tani dan meningkatkan swadaya masyarakat setempat.

"Karena keinginan saya Sukan Tengah ini bisa maju. Tinggal masyarakat di sini (Sukan Tengah,Red) mau berusaha atau tidak," tandasnya. Dikatakannya, tahun ini bantuan dari Dinas Perkebunan Berau sebanyak 10 ribu bibit cokelat dan 20 ribu bibit karet. Bantuan bibit itulah yang ingin dikembangkannya bersama-sama dengan kelompok tani yang telah dibentuk," ungkapnya.

DIKUTIP DARI RADAR TARAKAN, RABU, 23 JULI 2008

Artikel Terkait