50 Persen Sawit di Kaltim Belum Produktif
04 April 2014 Admin Website Berita Kedinasan 356
50 Persen Sawit di Kaltim Belum Produktif
SAMARINDA. Kinerja positif terus ditunjukkan perkebunan kelapa sawit di Kaltim. Sejak 2008 hingga 2013, luas lahan maupun pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO, terus meningkat pesat.

Pada 2008, dengan luas lahan 409.564 hektare (ha), Kaltim mampu menghasilkan 1,6 juta ton TBS atau 366.149 ton CPO. Lima tahun berselang, atau pada 2013, dengan luas lahan dua kali lipat atau menjadi 1 juta hektare lebih, produksi TBS meningkat drastis menjadi 6,5 juta ton, dan produksi CPO menjadi 1,4 juta ton (selengkapnya lihat infografis).

Disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Perkebunan Kaltim Sukardi, penambahan luas lahan perkebunan kelapa sawit sebenarnya belum maksimal.

Penyebabnya, kata dia, karena masih maraknya aktivitas pertambangan batu bara. Yang bagi sebagian besar kalangan dianggap lebih prospektif secara ekonomi.

"Pertambangan juga masih giat-giatnya memproduksi. Perkebunan kelapa sawit akan lebih mudah meningkatkan lahan maupun produksi secara signifikan, saat aktivitas pertambangan mulai berkurang," ujarnya ketika ditemui Kaltim Post.

Sukardi mengatakan, produksi yang tercatat saat ini masih belum mencapai titik maksimal dari potensi di Kaltim. Peningkatan signifikan, disebutnya baru mulai tercapai sekira dua tahun mendatang.

"Karena, sekitar 50 persen pohon sawit yang ada di Kaltim saat ini, merupakan kelapa sawit muda yang bersifat non-produktif. Normalnya, baru akan dipanen dua tahun mendatang," paparnya.

Ditambahkannya, meski memiliki keunggulan, produksi kelapa sawit di Kaltim masih belum berbentuk hilirisasi produk. Sukardi mengharapkan, peran swasta berupa investasi, dalam meningkatkan nilai jual kelapa sawit di Kaltim.

Sekadar informasi, sampai saat ini CPO masih menjadi olahan paling hilir dari kelapa sawit di Kaltim. Untuk menghasilkan olahan lanjutan seperti minyak goreng ataupun sabun mandi, masih mengandalkan andil industri di luar daerah, seperti Pulau Jawa dan luar negeri.

SUMBER : BIDANG PRODUKSI

Artikel Terkait