Disbun Sertifikasi 3,45 Juta Benih Tanaman Perkebunan
10 Januari 2017 Admin Website Berita Kedinasan 477
Disbun Sertifikasi 3,45 Juta Benih Tanaman Perkebunan

SAMARINDA. Sepanjang tahun 2016, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pengawasan Benih Perkebunan telah melakukan sertifikasi terhadap 3,45 juta benih tanaman perkebunan di wilayah Kaltim.

Kepala Disbun Kaltim, Ujang Rachmad didampingi Kepala UPTD Pengawasan Benih Perkebunan, H. Sudihardani mengatakan proses sertifikasi dilakukan dalam rangka memberikan jaminan bagi masyarakat pekebun terhadap mutu fisik, fisiologis dan genetis benih sawit. Sebab, menurutnya benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan.

"Pentingnya sertifikasi benih perkebunan, khususnya kelapa sawit, guna mencegah terjadi peredaran benih palsu atau tidak bersertifikat yang saat ini kondisinya semakin marak beredar di masyarakat," kata Ujang.

Berkaitan hal tersebut, Ujang mengimbau agar petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih maupun bibit bersertifikat. Ini bertujuan untuk menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam.

"Akibat dari penggunaan benih ilegal adalah kerugian waktu, biaya dan tenaga. Jangan sampai sudah tahunan ditanam dan menghabiskan banyak biaya khususnya selama pemeliharaan tanaman namun ternyata tidak membuahkan hasil atau produksi tidak optimal bahkan tidak berbuah karena menggunakan benih atau bibit palsu," ungkap Ujang.

Untuk menjamin kualitas benih maupun bibit, khususnya kelapa sawit, masyarakat diminta membeli hanya pada sumber benih resmi yang ditetapkan Kementerian Pertanian dan di Indonesia hanya ada 15 perusahaan yang ditetapkan sebagai sumber benih resmi, katanya.

Adapun 15 perusahaan tersebut yakni Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT Socfindo Indonesia Medan, PT London Sumatera (Lonsum) Medan, PT Bina Sawit Makmur (Sampoerna Agro) Sumatera Selatan dan PT Dami Mas (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Riau.

Kemudian PT Tunggal Yunus Estate (Asian Agri Group) Riau, PT Tania Selatan (Wilmar International) Sumatera Selatan, PT Bakti Tani Nusantara Batam, PT Sarana Inti Pratama (Salim Grup) Riau dan PT Sasaran Eksan Mekarsari (Mekarsari) Bogor.

Selanjutnya, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi Jakarta, PT ASD Bakrie Oil Palm Seed di Kisaran - Sumatera Utara, PT Palma Inti Lestari Riau, PT Perkebunan Nusantara IV Medan dan PT Aneka Sawit Lestari Riau.

Diterangkan pula, sepanjang tahun 2016, UPTD Pengawasan Benih Perkebunan telah melakukan sertifikasi terhadap 1,67 juta bibit kelapa sawit, 1,39 juta kecambah kelapa sawit, 108 ribu bibit kakao, 58 ribu kecambah aren, 9 ribu bibit aren, 161 ribu bibit lada dan 47 ribu stek lada. (rey/disbun)

SUMBER : UPTD PENGAWASAN BENIH PERKEBUNAN


Artikel Terkait