Pola Rayon Diakui Bisa Atur Sebaran TBS di Paser
04 Agustus 2014 Admin Website Berita Daerah 278
Pola Rayon Diakui Bisa Atur Sebaran TBS di Paser
TANA PASER. Pola penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit secara regional atau rayon diyakini mampu menekan kerusakan jalan negara yang ada di kabupaten Paser. Selain itu, penyebaran suplai TBS ke pabrik pengolah sawit bisa lebih merata serta harga TBS bisa disesuaikan dengan perkembangan pasar TBS di Paser.

Pemikiran itu disampaikan Manajer Kebun PTPN XIII Distrik Long Kali Suhada kepada wartawan di sela-sela acara Safari Ramadan yang digelar Kepala Desa (Kades) Mendik Makmur, belum lama ini.

"Menurut hemat saya, Paser bisa menerapkan pola rayon untuk mengatur sebaran TBS yang akan diolah di pabrik pengolah sawit. Sehingga pemasaran TBS dapat lebih terkontrol dengan harapan, TBS Paser tidak keluar ke daerah lain," katanya.

Ditanya terkait dinamisnya harga TBS di Bumi Daya Taka, manajer kebun perusahaan pelat merah ini mengatakan, bahwa fluktuatifnya harga TBS di Paser menunjukkan jika bisnis TBS bergairah dan mengundang investasi di perkebunan kelapa sawit.

Namun yang ia sayangkan, kebijakan pemerintah yang memberikan izin mendirikan pabrik pengolah sawit yang notabene tidak memiliki kebun ini berdampak pada PTPN yang telah belasan tahun menjadi “penjamin atau avails” bagi petani kelapa sawit.

"Kita berharap, pemerintah bisa meninjau ulang kebijakan terkait adanya pabrik pengolah sawit yang tidak memiliki kebun, sehingga ada asas keadilan bagi perusahaan kebun yang memiliki pabrik," tandasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data rekam Dinas Pertanian dan Perkebunan Paser per Agustus 2013, ada sedikitnya 12 unit pabrik kelapa sawit di kabupaten Paser, dan 50 persennya adalah pabrik milik PTPN XIII.

Dari luasan kebun sawit (Inti dan Plasma) yang dikelola oleh perusahaan besar swasta dan perusahaan milik negara ada di Paser sebesar 143,528 Ha, sedangkan yang dikelola oleh PTPN sebesar 54.448 Ha yang terdiri atas 19.054 Ha kebun inti, dan 35.394 Ha kebun plasma. (hh/tom/k15)

DIKUTIP DARI KALTIM POST,JUMATT, 1 AGUSTUS 2014

Artikel Terkait