Disbun Didukung APBN Rp20 M
03 Februari 2012 Admin Website Artikel 257
SAMARINDA. Tahun ini Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim memperoleh dukungan dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp20,88 miliar, sehingga secara keseluruhan alokasi untuk kegiatan dinas didukung dana APBD Provinsi sebesar Rp67,23 miliar.

"Pada tahun lalu mendapat alokasi anggaran pembangunan perkebunan dana APBN sebesar Rp31,63 miliar, namun tahun ini menurun atau hanya sebesar Rp20,88 miliar. Penurunan ini terjadi karena kebijakan pusat untuk pengembangan pangan nasional dan Kaltim salah satu daerah yang ditetapkan untuk pengembangan program tersebut," kata Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim HM Sa'bani, saat membuka Sosialisasi Pedoman Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2012 dan Evaluasi Pembangunan Kebun Masyarakat di Ruang Hevea Disbun Kaltim, Kamis (2/1).

Menurut dia, dana APBN tersebut terdiri dari dan Dekonsentrasi sebesar Rp3,86 miliar serta dana Tugas Pembantuan (TP-Provinsi) sebesar Rp10,52 miliar, sedangkan TP Kabupaten sebesar Rp6,49 miliar.

Untuk dana APBN tersebut meliputi kegiatan Satuan Kerja (Satker-05) Direktorat Jenderal Perkebunan sebesar Rp14,53 miliar, Satker-07 Direktorat pengolahan Pemasaran dan Hasil Perkebunan sebesar Rp1,62 miliar serta Satker-08 Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp4,72 miliar.

Salah satu kegiatan yang mendominasi pada APBN untuk Satker-07 melalui kegiatan Gerakan Nasional (Gernas) Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao. Kegiatan ini merupakan kegiatan dari program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman rempah serta penyegar.

Program ini bertujuan untuk melakukan percepatan peningkatan produksi dan mutu Kakao, terutama melalui usaha-usaha pokok intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan tanaman Kakao khususnya di wilayah-wilayah sentra produksi.

Pada tahun 2011 realisasi kegiatan secara keseluruhan berjumlah 2.200 hektare. Masing-masing untuk peremajaan seluas 700 hektare meliputi 100 hektare di Kabupaten malinau, Kabupaten Nunukan seluas 300 hektare dan Kabupaten Berau seluas 300 hektare.

Kegiatan intensifikasi seluas 1.300 hektare yang meliputi 400 hektare di kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan seluas 500 hektare serta Kabupaten Berau seluas 400 hektare. Program rehabilitasi seluas 200 hektare di Kabupaten Berau.

"Anggaran keseluruhan untuk program Gernas Kakao tahun 2011 ini sebesar Rp13,31 miliar yang bersumber dari APBN. Sedangkan untuk tahun 2012 ini secara keseluruhan mencapai Rp5,16 miliar untuk Gernas Kakao," jelas Sa'bani.

Dijelaskannya, untuk kegiatan tahun ini meliputi anggaran APBN bersumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Tp Provinsi sebesar Rp2,49 miliar, TP Kabupaten Berau sebesar Rp1,60 miliar serta TP Kebupaten Nunukan Rp1,06 miliar.

Dana tersebut diperuntukkan bagi mendukung kegiatan secara keseluruahn berjumlah 600 hektare. Terdiri dari intensifikasi lahan seluas 500 hektare yang meliputi Kabupaten Nunukan seluas 300 hektare dan Kabupaten Berau seluas 200 hektare serta rehabilitasi untuk Kabupaten Berau seluas 100 hektare.

Selain Gernas Kakao, kegiatan-kegiatan yang bersumber dari APBN merupakan kegiatan pada Satker-05. Antara lain, peningkatan produksi, produktivitas dan muta tanaman tahunan, pengembangan penanganan pasca panen komoditas perkebunan, penanganan gangguan usaha dan konflik perkebunan, dukungan perlindungan perkebunaan serta dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Perkebunan.

Pertemuan sekaligus Sosialisasi Pedoman Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2012 dan Evaluasi Pembangunan Kebun Masyarakat dihadiri Kepala Sub Bidang Direktorat Pasca Panen Tanaman Tahuan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Siti Marfuah dan Kepala Dinas membidangi Perkebunan di Kabupaten dan Kota se-Kaltim serta perusahaan besar swasta.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait