Dinas Kehutanan dan Perkebunan Siap Gelar Pelatihan
29 Maret 2012 Admin Website Artikel 281

PENAJAM. Warga Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara  yang memiliki kebun karet mengeluh belum berani melakukan penderesan atau penyadapan batang pohon karet lantaran mereka belum memiliki keahlian.

Yudi,  warga Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara  melalui SMS Kring Bupati 23 Maret 2012 lalu menulis, ia minta kepada pemerintah daerah agar mengadakan pelatihan menyadap karet, karena di Kecamatan Sepaku sudah mulai panen karet, namun mayoritas warga Kecamatan Sepaku belum mengetahui caranya. Dikhawatirkan, cara yang salah berimbas pada panen yang tidak produktif. Dia berharap bisa diadakan penyuluhan di Kecamatan Sepaku.

Menanggapi SMS itu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Kepala Bidang Perkebunan Andi Halis mengatakan, menyadap pohon karet jika dilakukan tanpa cara yang benar memang bisa mengakibatkan kerusakan bahkan kematian pada pohon karet. “Padahal pohon karet memiliki masa produksi antara 25 tahun hingga 30 tahun,” kata Halis.

Oleh karena itu,  pengetahuan teknis yang benar sangat penting diketahui petani, karena tujuan akhir dari penanaman karet adalah untuk memperoleh produksi yang maksimal.

Andi Halis menambahkan, tenaga teknis di bidang perkebunan saat ini baru ada 6 orang yang satusnya PNS, sehingga ada  keterbatasan bagi dinas untuk menyalurkan ilmu  kepada para petani. Adapun langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi hal tersebut adalah selama 4 tahun berturut-turut sejak 2008,  Bidang Perkebunan mengadakan pelatihan pertanian ke Balai Latihan Getah di Jawa Tengah yang diikuti 25 orang per tahun.

Selanjutnya, Bidang Perkebunan merencanakan magang atau pembelajaran untuk para petani di perkebunan besar milik swasta yang mengelola karet seperti PT KMS dan PT Majapahit di Kecamatan Penajam.

"Menindaklanjuti permintaan warga, kami dari Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam waktu dekat ini akan mengadakan peninjauan langsung ke lokasi kebun karet warga yang ada di Kecamatan Sepaku, dan dari hasil peninjauan tersebut dapat ditentukan apakah perlu diadakan pelatihan. Jika memang perlu akan kami usahakan tahun depan akan diadakan pelatihan karet, karena tahun ini anggaran untuk pelatihan hanya bagi komoditas lada dan kelapa sawit," ujarnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 29 MARET 2012

Artikel Terkait