Dalam 3 Tahun Terbangun 14 Pabrik CPO
01 Oktober 2009 Admin Website Artikel 345
Hal tersebut dibuktikan dengan izin perkebunan yang dipegang puluhan pengusaha, baik investor asing maupun dalam negeri.

Untuk itu, pemerintah mewajibkan bagi pengusaha perkebunan kelapa sawit agar membangun juga pabrik Crude Palm Oil (CPO) di satu lokasi hamparan kebun kelapa sawit yang sedang dikembangkan. Dua hari lalu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim Asrul Anwarsyah meninjau langsung konstruksi bangunan pabrik CPO milik PT Tepian Nadegan yang ada di wilayah Kecamatan Muara Wahau.

"Pabrik CPO milik PT Tepian Nadegan di Wahau adalah pabrik CPO yang keenam. Jadi sekarang di Kutim ini sudah ada 6 unit pabrik CPO. Dalam kurun waktu tiga tahun Insya Allah di Kutim sudah punya 14 unit pabrik CPO," harap Asrul Anwarsyah optimistis, kemarin (30/9).

Untuk tahun 2009 ini,kata Asrul Anwarsyah, di Kutim sudah ada enam unit pabrik CPO yang beroperasi. Termasuk pabrik CPO milik PT Etam Bersama Lestari di Sangkulirang dengan kapasitas 10 ton per jam. Berikut pabrik CPO PT Gunta Samba di Pengadan Kaubun dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. Pabrik CPO PT Krisna Duta Agroindo 2 unit dengan kapasitas masing-masing 20 ton dan 40 ton per jam di Kongbeng. Pabrik CPO PT Swarkarsa Sinarsentosa berkapasitas 40 ton per jam di Wahau. Dan, pabrik CPO PT Tepian Nadegan berkapasitas 40 ton per jam.

"Uji coba pengoperasian pabrik CPO Tepian Nadegan untuk 200 ton selama lima jam dilakukan Rabu (kemarin, Red)," terang Asrul.

Asrul menyebutkan, rencana pembangunan pabrik CPO dua tahun kedepan. Tahun 2010 mendatang, rencana dibangun lagi 6 unit pabrik CPO masing-masing oleh PT Telen di antara Long Mesangat dan Muara Ancalong. PT Kresna Eka Daya (Astra Group). PT Sumber Kharisma Persada di Sangkulirang. PT Gunta Samba di Kongbeng. PT Kapas (gudang garam) di Kongbeng. Dan, pabrik CPO milik PT Fairco Agro Mandiri. Selanjutnya, pada tahun 2011 mendatang, pembangunan pabrik CPO dilaksanakan PT Bima Palm di Tepian Langsat Bengalon dan PT Sawti Sukses Sejahtera di Muara Ancalong.

Disnakertrans Kutim memantau konstruksi bangunan pabrik CPO mulai dari boiler hingga mengecek pemasangan antena anti petir. Disnakertrans Kutim berperan aktif dalam pembangunan pabrik CPO dilihat dari segi keselamatan kerja para karyawan yang bekerja di pabrik. Itulah tujuannya sehingga Disnakertrans proaktif turun lapangan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 1 OKTOBER 2009

Artikel Terkait