Bukit Indah Siap Menjadi Sentra Kakao
01 Februari 2010 Admin Website Artikel 321
Saat ini warga di daerah transmigrasi tersebut telah mulai menanam kakao. Untuk tahap pertama lahan perkebunan kakao yang dibuka seluas 70 hektare. "Kita sudah mulai tanam sejak seminggu yang lalu. Dari 70 hektare, sudah 80-an persen lebih yang tertanam, tinggal sedikit saja. Dan sekarang warga masih menanam," kata Salikun, salah satu pengurus kelompok tani yang menanam kakao di desa itu.

#img2# Dikatakan, anggota kelompok tani yang ikut menanam kakao ini ada sekitar 50 orang lebih. Masing - masing anggota ada yang memiliki lahan antara 1 hingga 2 hektare. "Setiap hektarenya mendapat jatah bibit sebanyak 1100 pohon. Yang ditanam sekitar 930an, sementara sisanya untuk penyulaman apabila ada bibit yang mati," jelas dia.

Selain dibantu bibit, kata Salikun, oleh pemerintah melalui Dinas Pertanian, warga juga mendapat bantuan pupuk dan upah untuk penanaman. "Sebenarnya alokasi awal yang akan ditanami kakao seluas 75 hektare. Tapi ternyata yang siap ditanami sementara hanya 70 hektare. Untuk lahan seluas ini, dipersiapkan bibit sebanyak 77.000 bibit yang sebagiannya kita semai sendiri," ujarnya.

Dia optimis perkebunan kakao yang dimulainya bersama warga anggota kelompok tani lainnya ini bakal berhasil. Pasalnya, menurut Salikun, sebagian besar anggota kelompok sudah berpengalaman mengelola kebun kakao. "Dari daerah asal kami, memang kami sudah terbiasa tanam kakao. Jadi ini bukan hal yang baru lagi, dan mudah - mudahan saja tanahnya bisa cocok dan berhasil," ujar warga asal Sulawesi Tengah ini.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 1 PEBRUARI 2010


Artikel Terkait