Bibit Karet Gratis Akan Dibagikan
20 Agustus 2008 Admin Website Artikel 366
Bibit karet sebanyak itu bisa ditanam di atas lahan seluas 2.000 hektare. Namun, cara memperoleh bibit karet tanaman jangka panjang ini harus melalui lembaga, seperti kelompok tani atau koperasi.

"Silakan masyarakat mengajukan surat permohonan kepada Dinas Perkebunan Kutim. Permohonan masyarakat yang masuk selanjutnya akan dinilai dan diseleksi oleh tim, mana kelompok tani atau koperasi yang berhak mendapat bantuan bibit karet gratis," kata Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin, didampingi Kepala Sub Produksi Sugianto belum lama ini.

Disebutkan, masalah yang menjadi kajian serius oleh tim seleksi untuk mendapat bibit karet adalah mengenai lahan yang akan dijadikan tempat menanam bibit karet pemberian pemerintah. Pasalnya, di Kutim, sudah banyak investor perkebunan kelapa sawit yang mengantongi izin lokasi. Untuk itu, perlu dijaga jangan sampai terjadi peruntukan lahan yang tumpang-tindih.

"Guna menghindari peruntukan lahan tumpang-tindih, perlu semacam peta komoditas. Jadi, di peta itu, terlihat jelas lahan untuk perkebunan kelapa sawit atau lahan perkebunan karet ataukah lahan untuk jenis tanaman lainnya. Peta komoditas harus ada," tambah Sugianto.

Pentingnya peta komoditas tersebut, menurut Sugianto, agar bibit karet yang dibagikan pemerintah nantinya benar-benar ditanam pada lahan yang memang sangat cocok untuk tanaman karet. Jangan sampai kondisi tanah tersebut cocok untuk kakao, misalnya, tapi ditanami karet.

"Kalau ini terjadi, maka program pemberdayaan yang dilaksanakan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan gagal jadinya," ujarnya

Sugianto juga mengimbau warga yang berminat menanam karet agar harus berhati-hati memilih bibit karet. Karena ia mensinyalir ada peredaran bibit karet palsu. Karena itu, ia menyebutkan ciri-ciri bibit karet asli. Yaitu, pada bibit batang pohon karet, dipasangi label yang bertuliskan LCB 1320 GT-1 AVROS 2037 PR 300 BPM 24 dan PB 260. "Kalau tidak ada label bibit karet sesuai yang tadi, jangan dibeli. Bibit karet itu diduga palsu," tegasnya.

Jika warga tetap ngotot untuk membeli bibit karet yang tidak terjamin keasliannya, warga itu sendiri yang bakal merugi. "Saat panen, getah karet palsu tidak berkualitas. Untuk itu, warga harus berhati-hati membeli bibit karet," tambahnya.

Sugianto menyebutkan bahwa sumber bibit karet yang telah diakui berkualitas adalah bibit karet yang berasal dari Banjarmasin atau dari Salatiga, Jawa Tengah. "Selain itu, jangan coba-coba membeli bibit karet yang tidak jelas sumbernya," harapnya.

Jarak tanam karet adalah 4 x 4 meter atau 3 x 7 meter. Karena karet bisa mulai produksi pada usia 4 tahun lebih. Bibit karet tempelan juga dapat ditanam saat memiliki dua cabang atau berumur sekitar 3 bulan setelah akolasi (stek). "Yang pasti, pengadaan bibit karet sudah tahap proses tender. Waktu tepat dibagikan kepada warga. Kami lihat nanti kapan bagusnya," terangnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SELASA, 19 AGUSTUS 2008

Artikel Terkait