Asean gagas sertifikasi kopi berasal dari produsen
13 Juni 2012 Admin Website Artikel 318
DENPASAR. Sebanyak 120 delegasi dari 6 negara penghasil kopi dunia yang tergabung dalam Asean (Association of Southeast Asian Nations) merumuskan tindakan global terkait prospek industri kopi serta manfaat sertifikasi kopi. 
 
Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia Hutama Sugandhi mengatakan usulan sertifikasi tindakan global ini perlu segera dirumuskan untuk tidak memberatkan produsen kopi di Indonesia yang rata-rata petani kecil. 
 
Saat ini standar  sertifikasi yang diterapkan negara konsumen harus disesuaikan dengan negara produsen. "Sebagai negara produsen, seharusnya sertifikasi kopi bukan hanya dilihat dari sisi konsumen, yang notabene negara maju," katanya hari ini  Selasa (12/6). 
 
Jadi, lanjutnya, poin atau syarat untuk mendapat sertifikasi bukan berasal dari negara konsumen, namun lebih diharapkan dari negara produsen, seperti Vietnam dan Indonesia. Malaysia sebagai Negara konsumen, juga datang datang dalam agenda ini dalam rangka memberikan masukan terkait sertifikasi.
 
Selama ini, katanya, untuk memperoleh sertifikasi kopi negara produsen harus menyepakati terlebih dulu poin sertifikasi dari negara konsumen. "Untuk itu, kita akan merumuskan poin sertifikasi dari negara produsen untuk kemudian disosialisasikan ke negara konsumen."
 
Selain biaya yang terlalu mahal, President Coffee Club of Asean Moenardji Soedargo mengatakan kendala yang dihadapi adalah syarat pemakaian bahan kimia seperti pupuk serta isu lingkungan. Sebenarnya, isu itu sudah mampu ditepis saat syarat sertifikasi itu datang dari negara produsen.
 
Secara regional ASEAN, akan lebih kuat jika dibanding usulan itu muncul dari tiap-tiap negara produsen. Diharapkan, capaian kesepakatan persyaratan ini mampu diterima oleh negara konsumen. "Dengan diterimanya sertifikasi dari negara produsen itu nilai tambah dari kopi juga akan naik."

DIKUTIP DARI BISNIS INDONESIA, SELASA, 12 JUNI 2012

Artikel Terkait