Anjloknya Harga Karet Semakin Menggila
27 Oktober 2008 Admin Website Artikel 349
#img1# "Sementara ini kami belum punya pilihan Pak. Kami tetap menoreh karet dan menjualnya. Seadanyalah," kata petani karet Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok, Minggu (26/10) kemarin.

Sebagian petani lain seperti diceritakan sejumlah warga, mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan menjadi buruh bangunan di pusat perkantoran Pemkab Kubar yang dikerjakan PT Luhribu Naga Jaya. Pembangunan sejumlah perkantoran itu mampu menambah penghasilan.

"Untung pak, kami ada pekerjaan bangunan sembari menunggu harga karet normal kembali," kata seorang pekerja.

Selain harga karet anjlok, lengkap sudah keluhan Lujah, warga Kampung Sri Mulyo Kecamatan Sekolaq Darat mengakui, hujan yang turun hampir setiap hari di pagi hari membuat gagalnya panen getah karet. "Kalau kita sudah menores pohon karet, lalu terjadi hujan, getah karet yang mengalir menjadi larut. Ya, percuma saja kita menores karet," ungkap Lujah.

Melihat kondisi ini, anggota DPRD Kubar Syachran Eric Lenyoq mengakui sangat prihatin. Tapi lanjutnya, turunnya harga jual getah karet tidak bisa dihindari karena sebagai dampak perekonomian dunia. "Dan ini pun, bukan penyebab dampak ekonomi lokal dan nasional," kata Syachran.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 27 OKTOBER 2008

Artikel Terkait