Anggaran Pembangunan Perkebunan Capai Rp73,2 M
12 April 2011 Admin Website Artikel 320

SAMARINDA - Pada tahun anggaran 2011 untuk pembangunan perkebunan di Kaltim memperoleh dana sebesar Rp73,26 miliar. Terdiri dari dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp29,13 miliar atau 39,76 persen dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kaltim sebesar Rp44,13 miliar atau 60,24 persen.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kaltim HM Nurdin, dana tersebut diarahkan untuk kegiatan yang bersifat fasilitasi dan kegiatan fisik. Khusus untuk kegiatan fisik pada kegiatan tugas pembantuan (TP) di 14 kabupaten dan kota se-Kaltim, terutama untuk memacu berkembangnya aktivitas investasi masyarakat.

Tugas pembantuan maupun revitalisasi perkebunan serta mewujudkan satu juta hektar kelapa sawit, gerakan nasional Kakao dan pengembangan perkebunan inti rakyat swadaya maupun memaduserasikan program kegiatan pusat dan daerah dalam upaya mewujudkan pembangunan kawasan perkebunan.

"Sub sektor agribisnis yang distimulasikan agar dapat berkembang secara optimal, sinergis dan terintegrasi. Diharapkan, petani dan pelaku usaha dalam kawasan tersebut memperoleh manfaat dan nilai tambah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Nurdin.

Upaya yang dilakukan telah memberikan manfaat dan kemajuan, diantaranya meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), peningkatan luas areal dan produksi, serta pengembangan wilayah dan menjaga kelestarin sumber daya maupun lingkungan hidup.

Peningkatan luas areal perkebunan Kaltim dalam periode 2008-2010 mengalami kenaikan yang cukup besar dari 591.222 hektare menjadi 830.372 hektare. Terdiri dari perkebunan rakyat seluas 283.382 hektare (34,13 persen), perkebunan besar swasta seluas 529 ribu hektare (63,70 persen) dan PT Perkebunan Nusantara XIII seluas 17.986 hektare atau 2,16 persen.

Pertumbuhan luas areal perkebunan dalam periode tersebut rata-rata 20,23 persen setiap tahun. Subsektor ini ternyata mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak dan mengalami peningkatan dari 324.137 orang pada 2008 menjadi 403.945 orang pada 2010.

"Peningkatan luas areal tanam dan produksi paling tinggi adalah pada komoditi kelapa sawit. Terhitung dari 2008 pertumbuhan areal sebesar 405 ribu hektare menjadi 662.565 hektare atau terjadi peningkatan sebesar 257.565 hektare," katanya.

Terlebih untuk produksi mengalami kenaikan sebesar 1.188.983 ton tandan buah segar (TBS) dari 1.664.331 ton TBS kelapa sawit pada 2008 menjadi 2.853.294 ton pada 2010. Untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit perlu diupayakan percepatan pembangunan untuk program Sejuta Hektar Kelapa sawit hingga 2013.

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM

Artikel Terkait