1.177 KK Tak Bisa Panen Sawit
13 Februari 2009 Admin Website Artikel 284
"Saya sangat prihatin kondisi jalan Muara Wahau-Berau yang belum kunjung diperbaiki. Akibatnya sekarang, masyarakat kami di Muara Wahau tidak bisa lagi panen kelapa sawit," kata Camat Muara Wahau, Baya Sargius, SSos, Rabu (11/2).

Menurut Baya, kondisi jalan sudah tidak dapat dipakai lagi untuk mengangkut CPO, ditambah lagi pabrik sawit di Muara Wahau juga tidak bisa produksi. "Bukan hanya kebun milik masyarakat tetapi kebun milik perusahaan juga tidak bisa panen," lanjutnya

Menurut Camat Wahau, pihak perusahaan pada prinsipnya siap membeli hasil panen kelapa sawit milik masyarakat. Hanya, pengangkutan CPO melalui mobil tangki tidak bisa melintasi jalan poros Muara Wahau-Berau.

"Yang jelas, dengan kondisi jalan Muara Wahau-Berau seperti sekarang. masyarakat sangat dirugikan. Padahal dalam satu bulan, mereka bisa panen TBS hingga 3 kali," ujarnya.

Disebutkan, jika kondisi ini terus berlarut dan tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, bukan hanya berdampak pada petani melainkan juga terhadap perusahaan. Betapa tidak, jika perusahaan tidak produksi, maka berpengaruh terhadap sekitar 6.000 karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perkebunan kelapa sawit.

"Tentu saja hal ini tidak kita inginkan bersama. Apalagi, program perkebunan yang dicanangkan Pemkab Kutim telah terbukti mampu menyejahterakan masyarakat dan sudah dibuktikan di Muara Wahau dengan perputarang uang yang luar biasa tinggi," terangnya.

Oleh sebab itu, Camat Muara Wahau berharap agar pihak yang berwenang, terutama pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap jalan Muara Wahau-Berau. "Tak hanya jalan Muara Wahau - Berau saja tapi jalan Muara Wahau - Sengata juga sangat memprihatinkan," tambah Baya Sargius.

Dengan rusaknya jalan Muara Wahau-Berau, menurut Camat tak berarti perusahaan perkebunan kelapa sawit di sekitar daerah tersebut berdiam diri. "Perusahaan sudah berupaya membantu. Hanya, mobilisasi perbaikan yang tinggi sehingga perusahaan agak kewalahan untuk memperbaiki. Apalagi, jarak jalan yang rusak parah mencapai ratusan kilometer," paparnya,

Disebutkan, perusahaan perkebunan dari Swakarsa Group dan Sinar Mas Group di Muara Wahau sudah membantu perbaikan jalan. "Perusahaan sudah cukup membantu, tapi kondisi cuaca yang sering hujan sehingga bantuan perbaikan jalan oleh perusahaan perkebunan tidak bisa bertahan lama dan bertambah parah," paparnya, sembari menyebutkan bahwa perbaikan jalan yang merupskan bagian dari jalan trans Kalimantan, tetap menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Pihaknya berharap kondisi tidak bisa panen hasil perkebunan kelapa sawit tidak berlangsung lama karena yang terkena dampak langsung adalah masyarakat.

"Kita minta agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius dan segera diperbaiki. Kita sangat mendukung langkah Bupati Kutim Isran Noor dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama jajarannya memperjuangkan masalah ini ke pemerintah pusat," tandas Camat Muara Wahau.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 13 PEBRUARI 2009

Artikel Terkait