UPTD PBTP Disbun Kaltim Perbanyak 30.000 Benih Kelapa Sawit, Wujudkan Kemandirian Benih Lokal Kaltim
KUTAI KARTANEGARA. Upaya memperkuat kemandirian daerah dalam penyediaan benih perkebunan terus dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim).
Melalui UPTD Produsen Benih Tanaman Perkebunan (PBTP) Disbun Kaltim melaksanakan kegiatan perbanyakan benih kelapa sawit sebanyak 30.000 benih yang tersebar di dua lokasi, yakni Kebun Dinas KM 41 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan dan Kebun Dinas KM 29, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan benih unggul, bermutu dan bersertifikat bagi pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan di Kaltim.
Perbanyakan benih yg dilakukan oleh PBTP tahun 2025 ini adalah merupakan serangkaian kegiatan perbanyakan benih perkebunan yg telah dilakukan pada tahun tahun sebelumnya secara konsisten.
Dalam aplikasi nya di lapangan, telah pula secara konsisten dilakukan Pelaksanaan pengawasan benih oleh UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) yang menugaskan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di lapangan. Proses pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari pengecekan dokumen asal usul benih, kondisi kecambah, hingga pengecekan lokasi penanaman sebagai upaya menjaga konsistensi antara dokumen benih dg kesesuaian dokumen perijinan berusaha benih.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (24/10/2025) dan dihadiri langsung oleh Kepala UPTD PBTP, Mahmud Kahfi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas dan legalitas benih kelapa sawit yang diproduksi di bawah pengawasan UPTD PBP Disbun Kaltim.
“UPTD PBTP berkomitmen untuk menyediakan benih kelapa sawit yang Unggul, berkualitas tinggi, bersertifikat, dan sesuai aturan perbenihan yg diatur dlm standar perijinan perbenihan secara nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap benih yang ditanam di Kalimantan Timur berasal dari sumber benih yang jelas dan terverifikasi,” ujar Kahfi.
Kahfi menambahkan, perbanyakan benih sawit ini juga menjadi wujud nyata dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan sektor perkebunan, khususnya dalam mendukung produktivitas pekebun/petani dan perusahaan perkebunan di daerah.
Benih yang diawasi dalam kegiatan sebanyak 30.000 butir kecambah ini terdiri atas 3 (tiga) jenis dan 3 (tiga) varietas unggul, yakni Lonsum DxP Bahlias 1 sebanyak 20.000 butir kecambah, PPKS DxP 540 sebanyak 5.000 butir kecambah dan BSM DxP Sj 3 sebanyak 5.000 butir kecambah.
Proses pembukaan peti kemasan kecambah sawit di lokasi pembenihan km 41 loa janan dilakukan oleh Rudi Sopang Arham, Kepala Seksi Tanaman Semusim dan Rempah, bersama pihak penyedia kecambah.
Setelah melalui tahap pemeriksaan oleh Pengawas Benih Tanaman, benih yang dinyatakan layak tanam segera didistribusikan ke dua kebun dinas untuk dilakukan proses penanaman dan pembesaran.
Begitu pula di lokasi pembenihan di km 29 Samboja proses pembukaan kemasan peti kecambah dilakukan oleh Suluh Dewanto Kasie Tanaman Tahunan dan Penyegar bersama dg beberapa personil tim penanaman kecambah sawit.
Sebanyak 15.000 butir kecambah Lonsum varietas DxP Bahlias 1 dikirim ke Kebun Dinas KM 29 Samboja untuk ditanam dan diperbanyak, sementara sisanya terdiri dari 5.000 butir kecambah varietas PPKS DxP 540, 5.000 butir kecambah Lonsum varietas DxP Bahlias 1 dan 5.000 butir kecambah BSM varietas DxP Sj 3 dilakukan pembesaran di Kebun Dinas KM 41 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan.
Setelah proses penanaman kecambah selesai ditanam, maka selanjutnya dilakukan Proses pemeliharaan teknis budidaya benih secara berkelanjutan dari tim PBTP agar seluruh benih tumbuh optimal sesuai dengan standar budidaya perbanyakan benih yang berlaku.
Kahfi berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat stok benih sawit unggul di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian benih lokal Kalimantan Timur.
“Ke depan, kami ingin Kalimantan Timur tidak lagi bergantung pada pasokan benih dari luar daerah. Dengan kemampuan produksi sendiri, kita bisa menjamin mutu, ketersediaan benih dan keberlanjutan industri sawit yang lebih kuat dan mandiri,” pungkasnya.
Kahfi juga mengajak seluruh pihak, termasuk petani dan pelaku usaha, untuk mendukung gerakan perbenihan mandiri ini sebagai fondasi pembangunan perkebunan yang berdaya saing, ramah lingkungan dan berkelanjutan (fif/disbun).
SUMBER : SEKRETARIAT