Tandan Buah Kosong Sawit Dikonversi Jadi Energi Listrik
31 Oktober 2014 Admin Website Berita Daerah 457
Tandan Buah Kosong Sawit Dikonversi Jadi Energi Listrik

SANGATTA. Produk turunan kelapa sawit kini menjadi incaran investor. Salah satunya tandan buah kosong (TBK) bakal memiliki nilai jual. TBS tersebut bakal diolah menjadi biomassa penghasil gas. Investor yang sudah menyatakan keinginan mengolah TBK dimaksud adalah PT Prima Amertha Nusantara (PAN) yang baru – baru ini telah menyampaikan presentasi di Pemkab Kutim.

Dalam presentasi yang disampaikan perwakilan manajemen itu disebutkan, Kutim telah menjelma menjadi pengembang perkebunan kelapa sawit tersebesar di Provinsi Kaltim. Dengan kenyataan seperti itu, dapat dipastikan bahwa Kutim memiliki potensi sebagai penyedia bahan baku terbesar berupa tandan buah kosong kelapa sawit.

Selanjutnya, pihak perusahaan mengatakan, biomassa ini nantinya dikonversi menjadi energi listrik. Untuk kemudian listrik tersebut dapat didistribusikan dan dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui pengolahan tersebut, nantinya tandan buah kosong kelapa sawit tidak lagi dibuang dan mengundang hama, namun dapat menjadi suatu sumber daya energi yang ramah lingkungan. Potensi tandan buah kosong kelapa sawit di Kutim volumenya sangat besar. Mencapai 21 persen dari total keseluruhan produksi perusahaan perkebunan yang ada. Sebelum dilakukan gasifikasi, tandan buah kosong harus diprakondisikan, seperti pengeringan. Selanjutnya untuk bisa menjadi tenaga listrik dapat dilakukan dengan dua cara. Salah satunya steam turbine boiler dan gas engine. Gasifikasi tandan buah kosong menjadi listrik ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Diperlukan sekitar 15 ribu ton per tahun untuk memproduksi 1 megawatt listrik. Sampah atau limbah sawit lebih mudah diolah karena tidak diperlukan proses shorting.

Setelah mendengarkan presentasi dari pihak perusahaan, Asisten Ekonomi Pembangunan Rupiansyah mewakili Pemkab Kutim mengapresiasi maksud perusahaan tersebut. Selanjutnya dia menegaskan mendukung misi perusahaan untuk menjadi investor dalam bidang ini. Namun demikian, dia meminta perusahaan benar – benar serius berinvestasi. Menurutnya selama ini sudah banyak investor yang menyatakan ketertarikan di bidang satu ini, namun tidak ada yang benar – benar mau berinvestasi.

"Peluang mendapatkan bahan baku di Kutim sangat besar. Sebab produksi TBS (tandan buah segar) kelapa sawit di Kutim mencapai lebih dari 560 ton per jam. Apabila secara bisnis memproduksi energi lsitrik menguntungkan, maka Pemkab juga akan mendukung. Soal regulasi akan dikoordinasikan dengan bupati beserta instansi terkait lainnya," sebut Rupiansyah pada pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemkab Kutim tersebut.

Selanjutnya Rupiansyah mengakui bahwa kebutuhan listrik di daerah ini belum terpenuhi dengan maksimal. Oleh karena itulah, dia langsung menyatakan mendukung. Selanjutnya dia meminta pihak perusahaan untuk langsung melakukan penjajakan kerja sama dengan investor perkebunan kelapa sawit, terkait penyediaan bahan baku. Dijelaskan, program ini perlu dikaji dan diteliti lebih dalam karena untuk kepentingan makro.

"Yang terpenting dalam pengembangan program ini, pihak perusahaan bisa untuk dan masyarakat mendapat manfaatnya," harapnya.

SUMBER : KALTIM POST, JUMAT, 31 OKTOBER 2014


Artikel Terkait