Sudah Terealisasi 71 Ribu Hektar
08 Oktober 2012 Admin Website Artikel 314

TANJUNG REDEB. Pembangunan perkebunan kelapa sawit di Bumi Batiwakkal hampir mencapai angka yang ditargetkan. Hingga akhir September tercatat sudah 71 ribu hektare kebun kepala sawit yang terbangun.

Realisasi tidak hanya dari kebun inti yang dibangun perusahaan. Tetapi juga kebun plasma yang merupakan kebun kewajiban perusahaan terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar area perusahaan. Selain itu juga dari pembangunan kebun swadaya masyarakat maupun dari program bantuan bibit yang diberikan pemerintah.

Menurut data Dinas Perkebunan Berau, diketahui kebun inti yang terbangun dari 21 perusahaan perkebunan yang telah beroperasi mencapai 56.954 hektare. Sementara kebun plasma yang sudah terbangun mencapai 9.392 hektare. Kebun swadaya masyarakat telah terbangun 5.076 hektare.

Sementara Pemerintah Provinsi Kaltim dalam program sejuta hektare memberikan target ke Pemkab Berau membangun kebun kelapa sawit hingga 119.519 hektare. “Dihitung dari realiasi yang terbangun masih tersisa 48.095 hektare lagi yang harus terbangun dan ditarget bisa tuntas hingga 2013 mendatang,”ungkap kepala Bidang Bina Usaha Perkebunan M Yusuf beberapa waktu lalu.

Pemkab Berau, ditegaskan Yusuf, tidak hanya mengejar target pembangunan perkebunan. Tetapi lebih kepada memperhatian kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan. Pengawasan terhadap pembangunan perkebunan plasma yang merupakan kewajiban perusahaan, ditegaskan Yusuf, terus dilakukan. Perusahaan perkebunan harus membangun kebun plasma 20 persen dari luasan izin usaha perkebunan yang diberikan. "Alhamdulillah sampai saat ini kewajiban itu masih dipenuhi perusahaan yang ada," ungkapnya.

Dinas Perkebunan, ditegaskan Yusuf juga melakukan pengawasan kemungkinan perselisihan yang terjadi antara perusahaan dengan masyarakat. Meskipun belum pernah menerima pengaduan, namun pihaknya telah melakukan pengawasan dan pembinaan di lapangan. "Alhamdulillah sampai saat ini belum ada pengaduan dan kita berharap tidak terjadi perselisihan," tandasnya.
 
DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 8 OKTOBER 2012

Artikel Terkait