Stok Urea Subsidi Aman
02 Maret 2011 Admin Website Artikel 285

SAMARINDA–PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) membantah terjadi kelangkaan pupuk urea bersubsidi di Penajam Paser Utara (PPU). Kepala Kantor Pemasaran PT Pupuk Kalimantan Timur Edy Priyono menegaskan, sudah melakukan pengecekan di Penajam Paser Utara, Senin (28/2) tadi.  Di Kecamatan Petung, ada 6 pengecer pupuk urea bersubsidi.

"Setelah kami cek, masih ada stok di kios Mekar Sari sebanyak 6 ton dan di kios Mitra Tani ada 5 ton," sebut Edy. Saat ini, kata dia, sedang musim panen dan belum memasuki musim tanam. Pupuk urea bersubsidi, menurutnya sudah disalurkan sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Kalau kemudian ada petani yang tidak dapat pupuk, kemungkinan tidak memiliki RDKK," ujarnya. Sebab, distribusi pupuk urea bersubsidi ini menggunakan skema pipa tertutup. Ini sesuai dengan ketentuan pemerintah, untuk menghindari adanya penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

"Saya pastikan, kalau punya RDKK pasti petani dapat pupuk. Sepanjang RDKK yang ada akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, Adi,  petani  di Petung mengatakan tak ada pupuk Urea. Sama halnya Supri, anggota Poktan Kelurahan Petung Kecamatan Penajam, kesulitan mendapat pupuk urea bersubsidi di agen resmi.

Anggota Komisi II DPRD PPU Anwar Sanusi menyampaikan, ada dua kemungkinan kelangkaan pupuk urea di PPU. Pertama distributor telah memenuhi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun oleh kelompok tani (Poktan). Sedangkan kemungkinan keduanya ada penyimpangan dalam distribusi pupuk tersebut di tingkat agen resmi. Bisa saja pupuk subsidi yang seharusnya diberikan kepada petani malah dijual ke perusahaan-perusahaan.

Menanggapi itu, Edy memastikan tidak ada penyimpangan dalam distribusi, karena sistem yang ada tidak memungkinkan pupuk bersubsidi itu dijual ke pihak lain yang tidak memiliki RDKK.

Dikatakan, sepanjang Januari hingga akhir Februari, khusus di PPU sudah disalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 454,75 ton. Masing-masing pada Januari 311,8 ton dan pada Februari 142,95 ton.

Ia kemudian merincikan, pupuk urea bersubsidi yang sudah disalurkan di Penajam, termasuk Petung sebanyak 27,3 ton. Di Sepaku disalurkan 66,75 ton, Waru 14,3 ton dan Babulu terbanyak 346 ton. Saat ini, posisi stok pupuk di Penajam Paser Utara yang tersimpan di gudang per 28 Februari tadi tercatat 205,100 ton..

Edy juga menyampaikan, sempat bertemu dengan kelompok tani di Desa Sido Rejo. "Mereka mengatakan memang belum musim tanam. Mereka bilang yang susah bukan pupuk tapi air," sambungnya.

Karena itu, ia menyampaikan petani tak perlu khawatir. Selama sudah membuat RDKK yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, menurutnya pasti akan dapat pupuk bersubsidi. "Tapi kalau tidak ada, maaf, tidak bisa dialokasikan. Berapa pun permintaan, asal sesuai RDKK pasti dipenuhi. Jadi petani tak perlu resah. Yang penting buat RDKK yang benar," ulasnya. Jika tak bisa menyusun RDKK, petani bisa minta bantuan petugas penyuluh lapangan (PPL)

Distorsi harga pupuk urea bersubsidi dan nonsubsidi memang cukup tinggi. Harga pupuk bersubsidi dijual Rp 1.600 per kg, sementara nonsubsidi dijual Rp 4.016 per kg. "Pupuk nonsubsidi harganya fluktuatif, tergantung harga pupuk urea di pasaran dunia," ujarnya.

Sesuai aturan pemerintah melalui Menteri Pertanian, yang berhak mendapatkan pupuk urea bersubsidi adalah petani yang mengelola pertanian, kebun, atau peternak yang mengusahakan lahan paling luas 2 hektare per total keluarga petani setiap musim tanam. Kecuali pembudidaya ikan dan udang paling luas 1 hektare. Kebun sawit yang dikelola kelompok tani juga masih bisa dapat pupuk bersubsidi asalkan lahannya tak lebih dari 2 hektare.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, RABU, 2 MARET 2011

Artikel Terkait