Sekali Panen Bisa Rp 3 Miliar
17 April 2010 Admin Website Artikel 234
#img1# Yusa Sakai menyampaikan permintaan tersebut langsung dihadapan Bupati Dr Drs Marthin Billa MM, Wakil Bupati H Datuk Mohammad Nasir SH MAP, Ketua DPRD Pdt Martin Labo MTh, dan para pimpinan SKPD serta sejumlah pimpinan instansi pemerintah lainnya. Yusa Sakai menyampaikan permintaan tersebut berkaitan dengan keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan perkebunan kopi Program Gerbang Dema.

Menurut laporan yang disampaikan Yusa Sakai, saat ini Malinau Barat memiliki lahan kopi seluas 300 hektare. Lahan tersebut dimiliki oleh 90 persen masyarakat Malinau Barat jika dalam satu musim panen satu pohon bisa menghasilkan satu kilo gram biji kopi, maka dari keseluruhan lahan bisa dihasilkan 300 ton biji kopi.

Jika asumsi harga kopi per kilogramnya Rp 10 ribu, maka sekali panen bisa menghasilkan Rp 3 miliar. "Namun untuk mewujudkannya diperlukan bantuan pemerintah terutama dalam hal pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki jual," mantan Anggota DPRD kabupaten Malinau ini. Yusa Sakai menilai peran pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, Disperindagkop, termasuk Perusda Intimung, akan sangat menentukan keberhasilan petani.

Yakni dalam memperoleh penghasilan dari jerih payah mereka mengembangkan perkebunan kopi tersebut. Sebab tanpa peran serta pemerintah masyarakat, dengan keterbatasan pengetahuan dan jaringan, memang bisa kelabakan mendapatkan pasar. Untuk itulah, mewakili para petani Pdt Yusa Sakai meminta Bupati Marthin Billa ikut memikirkan upaya tersebut.

Selain masalah pemasaran yang diminta dari pemerintah yaitu upaya-upaya penunjang lainnya. Yaitu, sebut Yusa Sakai, pemberian bantuan modal, peralatan pengolahan hasil produksi serta pembinaan dan pelatihan terhadap masyarakat dalam hal mengolah hasil produksi. Selain itu juga bisa menjual bahan baku masyarakat juga bisa menjual barang atau produk jadi.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SABTU, 17 APRIL 2010

Artikel Terkait