Sawit dorong permintaan kacang-kacangan
14 Mei 2012 Admin Website Artikel 399

JAKARTA. Booming komoditas kelapa sawit, ternyata, juga menguntungkan produsen tanaman kacang-kacangan. Tanaman tersebut dipakai sebagai penutup tanah untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Riandy Lionardo, Direktur PT Panen Raya Persada, yang berbasis di Kalimantan Barat menjelaskan, makin luasnya perkebunan sawit telah meningkatkan permintaan tanaman kacang-kacangan sebesar 30% setiap tahun. "Sekarang ini, pasokan kami sekitar 10 ton per bulan," katanya akhir pekan lalu.

Riandy menambahkan, jenis tanaman kacang-kacangan yang paling banyak diminati adalah jenis PJ yang diimpor dari Thailand. Selain perkebunan kelapa sawit rakyat, PJ juga diminati perkebunan besar seperti Musim Mas Group, dan Wilmar Group.

PJ atau Pueraria Javanica merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan yang ditanam di sela-sela pohon sawit untuk meningkatkan kesuburan tanah. Selain PJ, ada juga jenis Calopogonium Caeruleum (CC), Mucuna Bracteata (MB), Calopogonium Mucunoides (CM), Mucuna Cochichinensis (MC), dan Centrosema Pubescens (CP).

Menurut Riandy, PJ lebih diminati karena memiliki daya hidup lebih lama, mencapai dua tahun. "PJ tidak bisa dibudidayaan di perkebunan Indonesia, padahal 80% perusahaan sawit di Kalimantan lebih suka memakai PJ," katanya. Oleh sebab itulah, harga PJ terus meningkat mencapai Rp 230.000 per kg, hampir dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu yang hanya Rp 120.000 per kg.

Selain sawit, tanaman kacang-kacangan juga bisa digunakan untuk perkebunan kakao dan karet, termasuk areal bekas pertambangan. "Untuk perkebunan lain masih belum banyak," imbuh Riandy.
Tanaman kacang-kacangan diminati karena mampu memperbaiki aerasi dan konservasi tanah, termasuk menekan pertumbuhan gulma dan mengikat nitrogen dari udara

Jeffry, Manajer Pemasaran UD Mega Surya di Medan juga mengatakan hal yang sama. Dia bilang, tahun lalu, suplai tanaman kacang-kacangan perusahaannya mencapai 200 ton dengan klien antara lain PT Asian Agri, PT Triputra Agro Persada, dan PT Union Sampoerna.

Menurut Jeffry, selain impor, pasokan juga didapat dari petani lokal untuk jenis CM, CP, dan MC. Bibit tanaman kacang-kacangan jenis itu dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 20.000 per kg. "Kami telah juga bermitra dengan ratusan petani di Jawa Timur," katanya.

DIKUTIP DARI KONTAN, SENIN, 14 MEI 2012

Artikel Terkait