Sawit Banyak Serap Tenaga Kerja Lokal
11 Maret 2014 Admin Website Berita Daerah 302
Sawit Banyak Serap Tenaga Kerja Lokal

SANGATTA. Salah satu dampak positif yang dirasakan terhadap kehadiran investor adalah rekruitmen tenaga kerja lokal yang terus bertambah setiap tahunnya. Sebab, setiap investor yang masuk diminta merekrut tenaga kerja lokal, meski hanya untuk level bawah. Hal itu mengingat tingkat pendidikan masyarakat masih belum memenuhi syarat yang diminta perusahaan.

Pada berbagai kesempatan pertemuan dengan masyarakat maupun perusahaan, Bupati Kutim Isran Noor meminta kepada perusahaan atau investor yang datang ke Kutim agar mengutamakan rekruitmen tenaga kerja lokal. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan manfaat keberadaan investasi yang dilakukan perusahaan yang bersangkutan.

Sebaliknya, masyarakat diminta untuk mendukung kehadiran investor di daerah ini. Dengan adanya investor yang masuk, secara tidak langsung bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Sebab, investasi yang dilakukan swasta memiliki multiplier effect yang besar bagi masyarakat. Selain mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat," kata Isran Noor.

Disebutkan, investor yang datang ke Kutim untuk menanamkan modalnya dapat memperlancar roda perekonomian masyarakat. Pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa berkembang pesat jika kegiatan usaha tadi berjalan normal. Untuk itulah warga diminta jangan menghalang-halangi kehadiran investor di daerah ini. Jika investor merasa terganggu maka yang rugi masyarakat dan negara.

Kemudian Isran memberikan gambaran bahwa rata-rata investor yang melakukan investasi ini modalnya pinjam dari bank. Apabila investor hengkang dan melaporkan adanya gangguan kegiatan karena adanya gangguan sosial, maka pinjaman investor di bank bisa diputihkan, dengan alasan pengusaha itu dinyatakan pailit. Sehingga pinjaman dari bank tidak perlu lagi ditagih dan dianggap persoalan pinjaman tuntas.

"Ini yang perlu kira pikirkan lebih jauh jangan sampai investor yang datang kemudian hengkang dari wilayah Kutim. Jika itu terjadi maka yang rugi pemerintah karena dana yang dipinjam pengusaha tidak kembali," tuturnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 10 MARET 2014


Artikel Terkait