Rekrut 45 Persen Tenaga Lokal
25 Maret 2010 Admin Website Artikel 332
#img1# "Pengertiannya, perusahaan sangat peduli dengan lingkungan. Sedangkan P kedua maksudnya people (masyarakat). Artinya, perusahaan peduli dengan masyarakat sekitar perkebunan," kata Benney.

Sikap kepedulian ini, menurut dia, perusahaan sudah dan akan memberikan kegiatan sarana di kampung melalui program corporate social responsibility/ CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Di antaranya yang sudah dilakukan, bantuan pembangunan sarana air bersih, komputer, honor gaji guru, perpustakaan, dan lainnya.

Berikutnya hurup P ketiga adalah profit (keuntungan). "Di sini dengan hadirnya perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan peluang usaha dan kerja masyarakat," sebut Banney Tjoeng. Dalam pekerjaan tambah dia, perusahaan juga telah meraih SMK3 Ohas 8001 yang diberikan Scofindo. SMK3 ini adalah sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). "Ini menandakan perusahaan kami dalam bekerja, karyawan mendapat perhatian serius," ujarnya.
Soal tenaga kerja di pabrik itu, ditambahkan Mill Manager PT Lonsum Indonesia Tbk Jumarlin Purba, untuk sementara tahap uji coba ini sebanyak 60 orang. Dari jumlah ini, direkrut 45 persen tenaga lokal, sisanya tenaga teknis dari Samarinda, dan Sumatera Utama. "Ke depan akan tambah lagi menjadi 87 orang dan tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal," kata Jumarlin.

Kemudian soal limbah dari pabrik, lanjut dia, dibagi dua. Pertama limbah padat yang berupa tandan kosong langsung didistribusikan di sekeliling tanaman sawit yang bermanfaat sebagai kompos/pupuk. Sedangkan limbah yang kedua adalah cair yaitu berupa sludge yang bercampur air, dimasukkan ke dalam kolam-kolam pembiakan bakteri untuk menetralkan keasamana dan selanjutnya di distribusikan ke parit-parit yang sudah disediakan di sekeliling tanaman sawit sebagai bahan nutrisi bagi tanaman tersebut. "Sistem ini disebut dengan land applica," terangnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 25 MARET 2010

Artikel Terkait