PT Sinar Tani Agri Bentuk Masyarakat Peduli Api
24 September 2019 Admin Website Berita Daerah 60
PT Sinar Tani Agri Bentuk Masyarakat Peduli Api

SANGATTA. Kondisi kemarau yang berlangsung hampir 3 bulan tanpa hujan, mengakibatkan banyak areal menjadi kering dan mudah terbakar, kondisi ini terbukti dengan banyaknya laporan titik panas yang terdeteksi. Setelah dilakukan kegiatan verifikasi lapangan, 95% dari laporan yang diterima memang terdapat titik api.

Budaya membuka ladang dengan cara membakar untuk bercocok tanam memang masih menjadi budaya sebagian besar warga masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali di daerah Kabupaten Kutai Timur, lantaran cara ini dipandang paling cepat dan paling murah.

Guna mengubah budaya tersebut perlu keterlibatan semua pihak baik dari pemerintah, LSM pemerhati Lingkungan, Akademisi, tokoh masyarakat untuk bersama-sama memberikan informasi metode alternatif cara bercocok tanam tanpa bakar, harapannya bisa mampu menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi setiap tahun. Selain tetap melakukan tindakan tegas dari para penegakan hukum oleh aparat.

Sebagai salah satu dukungan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Tapian Nadenggan dan PT. Kresna Duta Agroindo, yang merupakan anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur, telah berinisiatif membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), yang mana anggotanya adalah gabungan daripada Pemdes, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, dan Anggota Kelompok Tani Kelapa Sawit yang tergabung dalam koperasi binaan Perusahaan sekecamatan Kongbeng, Muara Wahau dan kecamatan Telen.

Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) merupakan salah satu langkah mendukung usaha pemerintah dalam hal menanggulangi masalah kebakaran hutan dan lahan di daerah Kabupaten Kutai Timur.

Diterangkan, dampak asap tebal yang mengganggu pernafasan telah dirasakan oleh masyarakat, kegiatan ekonomi terganggu dengan ditutupnya bandara kalimarau di Berau dan bandara APT. Pranoto di Samarinda, tentunya hal ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat.

Pembentukan 6 Kelompok MPA ini dilaksanakan pada Hari Selasa, 17 September 2019 di Club House Jak Luay Ds. Jak Luay Kec. Muara Wahau kabupaten Kutai Timur di hadiri oleh Kapolsek Muara Wahau, Kapolsek Kongbeng, Danramil Muara Wahau, Camat Kongbeng, Ibu Sekcam Muara, Bapak Sekcam Telen, dan jajaran management Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Kalimantan Timur.

Dalam acara tersebut diberikan materi tentang MPA dan manfaatnya, Tugas Pokok dan Fungsi dari masyarakat peduli api dan materi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan oleh tim pencegahan kebakaran Sinar Mas Agri. Masing-masing kelompok diberikan bantuan alat pemadam api ringan sederhana berupa parang, kep semprot, kepyok api, garu cangkul, kapak Pulaski dan sekop bantuan dari Sinar Mas Agri.

SUMBER : INFO SAWIT, SENIN, 23 SEPTEMBER 2019


Artikel Terkait