Produksi Sawit 3,46 Juta Ton
20 Maret 2012 Admin Website Artikel 255

SAMARINDA. Target sejuta hektare perkebunan sawit pada 2013 tampaknya akan tercapai. Realisasi sampai akhir 2011 adalah seluas 821.387 hektare (ha). Artinya, hanya kekurangan sekitar 178.613 ha.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Etnawati menjelaskan melalui rilisnya, areal 821.387 ha itu terdiri dari Perkebunan Besar Swasta/PT Perkebunan Nusantara XIII (PBS/PTPN) sebagai inti seluas 576.315 ha (70,16 persen).

Selain itu perkebunan rakyat seluas 245.071 ha (29,84 persen) yang meliputi kebun kemitraan (plasma) seluas 102.887 hektare (12,52 persen), kebun kemitraan Program Revitasilasi Perkebunan seluas 20.003 ha (2,43 persen), dan kebun sawit rakyat (APBD Provinsi/Kabupaten/Kota) 122.181 ha (14,87 persen).

"Target ini optimistis dapat dicapai dengan indikator permintaan benih," katanya. Untuk tanam tahun 2012/2013, bibit yang sudah dipesan PBS, penangkar benih, pemkab/pemkot pada 2011 mencapai 35.571.050 butir benih atau setara luasan 237.140 ha. Selain itu sudah dilakukan land clearing seluas 472.646 ha.

Etnawati menjelaskan, perkembangan produksi tanaman sawit mengalami peningkatan dari 3.054.707 ton per tahun (2010) menjadi 3.465.426 ton per tahun (2011) atau 6,35 persen. Seiring, produktivitas juga meningkat dari 13.924 kg/ha (2010) menjadi 14.450 kg/ha (2011) atau 3,77 persen.

Pertambahan luas areal perkebunan kelapa sawit, kata Etnawati, akan membawa konsekuensi terhadap pembangunan pabrik-pabrik pengolahan sawit (PKS). Dengan asumsi setiap 200 ha kebun memerlukan 1 ton/TBS/jam, maka pada 2015 diperkirakan kebutuhan PKS sebanyak 100-150 unit (kapasitas antara 30-60  ton TBS/jam). "Hal itu nantinya dapat dipastikan mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis CPO," katanya.

Komoditi perkebunan lainnya yang tidak kalah penting, menurut Etnawati, adalah tanaman karet. Pada 2011, usaha tanaman karet telah mencapai areal seluas 84.367 ha dengan produktivitas rata-rata antara 1.398 kg/ha. Sementara kakao seluas 29.801 ha dengan produktivitas 1.203 kg/ha. "Lada seluas 11.149 ha dengan produktivitas 631 kg/ha. Kelapa seluas 30.250 ha dengan produktivitas 1.050 kg/ha," sebutnya.

Etnawati mengatakan, fungsi perkebunan lainnya adalah fungsi sosial. Yakni untuk memberikan peluang atau kesempatan kerja bagi masyarakat luas baik petani perkebunan maupun sebagai tenaga kerja sehingga dapat mengatasi pengangguran.

Penyerapan tenaga kerja sektor perkebunan terjadi peningkatan dari 379.597 TKP (Tenaga Kerja Perkebunan) pada 2010 menjadi 444.467 TKP (2011) atau meningkat 17,11 persen.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meyakinkan tahun 2013 target sawit sejuta hektare akan tercapai. "Saya haqqul yaqin, bahkan ainul yaqin target sejuta hektare akan terlampaui. Tetapi jangan lupa plasma, karena itu merupakan kesempatan menyejahterakan rakyat," katanya.

Paling tidak, sebanyak 25 persen kebun berupa plasma. "Bahkan kalau bisa, intinya lebih kecil daripada plasma," tandas Awang.

Di antara beberapa masalah yang terjadi seiring upaya mengembangkan perkebunan sawit di Kaltim adalah tumpang tindih lahan. Ada sekitar 742 kasus tumpang tindih lahan di Kaltim yang harus dituntaskan. "Kami akan selesaikan kasus per kasus. Di sinilah peran bupati dan instansi terkait. Saya harap masalah ini diidentifikasi dan segera diselesaikan," ujarnya.

SUMBER : KALTIM POST, SELASA, 20 MARET 2012


Artikel Terkait