Petani Harus Kenali Bibit Palsu
08 April 2014 Admin Website Berita Daerah 424
Petani Harus Kenali Bibit Palsu
TANJUNG REDEB. Potensi perkebunan kelapa sawit yang begitu menjanjikan di Kabupaten Berau, memungkinkan terjadinya peredaran bibit palsu di daerah ini. Untuk itu, Dinas Perkebunan Berau tidak pernah berhenti untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat pekebun. Pasalnya, penggunaan bibit palsu dalam budi daya perkebunan kelapa sawit akan merugikan petani itu sendiri. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan, Basri Sahrin, kepada media ini Senin (7/4) kemarin.
 
Diungkapkan Basri kalau tim Dinas Perkebunan secara berkala memberikan pemahaman dan pengenalan bibit yang asli dan palsu kepada petani. Sosialisasi ini dinilainya sangat penting agar para petani yang baru ingin membuka lahan perkebunan sudah mengenali benih atau bibit yang dibudidayakan. "Perkebunan ini membutuhkan waktu lama baru menghasilkan, jadi harus benar-benar diperhatikan sejak awal. Karena kalau sudah panen baru diketahui maka petani yang rugi," ungkapnya.
 
Tidak hanya mengenali bibit yang asli dan palsu, namun diungkapkan Basri, pekebun juga harus mengenali perusahaan-perusahaan penghasil benih kelapa sawit yang telah direkomendasikan. Meskipun belum pernah menemukan peredaran bibit palsu di daerah ini, dikatakan Makmur, pengawasan tetap harus terus dilakukan. Pasalnya kemungkinan peredaran itu bisa saja terjadi. "Ya kita belum temukan langsung, tapi pengawasan tetap terus kita lakukan, agar tidak ada peredaran bibit palsu di Berau," tandasnya.
 
Ditegaskan Basri buah yang dihasilkan dari kelapa sawit yang bersumber bibit palsu tidak akan memberikan hasil maksimal. Bahkan pabrik kelapa sawit (PKS) juga akan menolak jika kualitas buah yang dihasilkan dari kebun masyarakat tersebut tidak sesuai dengan standar yang ada. "Ini yang harus jadi perhatian, sehingganya kita terus mengimbau agar tidak menggunakan bibit palsu," pungkasnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SELASA, 8 APRIL 2014

Artikel Terkait