Perlu Inventarisasi Lahan
09 Juli 2009 Admin Website Artikel 299
#img1# Pengembangan perkebunan sawit Kutim merupakan bagian dari program perkebunan kelapa sawit sejuta hektar yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Kaltim. Bahkan di Kutim dalam kurun waktu lima tahun ini telah dibuka lahan kelapa sawit seluas 350 ribu hektare yang tersebar hampir di semua kecamatan. Kecuali Kecamatan Sengata Utara dan Sengata Selatan yang tidak punya lahan untuk pengembangan kelapa sawit.

Pemerintah kabupaten bertekad dalam waktu sepuluh tahun ke depan luas kebun sawit di Kutim akan mencapai 500 ribu hektar. Kalau itu terwujud, luas kebun sawit di daerah ini lebih luas dari Malaysia. Di Malaysia perkebunan sawit hanya berkisar antar 200 ribu hingga 300 ribu hektar saja. Dalam beberapa tahun belakangan, negara tetangga itu dikenal penghasil sawit terbesar dunia.

Sampai sekarang jumlah investor kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kutim sudah belasan jumlahnya. Bahkan masih ada sekitar 24 perusahaan kelapa sawit yang masih menunggu inventarisasi lahan yang dilakukan pemerintah kabupaten. Inventarisasi lahan ini sangat penting, untuk menghindari gejolak di kemudian hari. Kalau lahan peruntukan kebun itu sudah rampung, maka baru diterbitkan izin usaha perkebunan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 9 JULI 2009

Artikel Terkait