Perkebunan Solusi Atasi Pengangguran
28 Desember 2009 Admin Website Artikel 310
Intensitas mobilitas orang dan barang semakin tinggi, hingga memicu maraknya pembangunan infrastruktur, untuk menunjang beroperasionalnya produksi perkebunan. Terobosan yang dilakukan Pemkab Berau benar-benar menjadikan sebagai visi misi untuk menjadikan daerah agro industri unggulan.

#img1# "Perkebunan merupakan pengolahan sumber daya alam yang tidak ada habisnya. Sektor ini mampu mengatasi lingkungan serta pengangguran," jelas Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau Wisnu Haris.

Wisnu mengakui pengembangan sektor perkebunan memiliki peranan strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Baik perkebunan karet, kelapa sawit, kakao, kopi, cengkeh serta komoditas perkebunan lainnya yang berkembang. Terciptanya investasi perkebunan juga berdampak sangat luas. Tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja, namun lebih penting lagi terciptanya produk-produk unggulan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah daerah terus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan sektor perkebunan. Baik penambahan luas areal maupun pencapaian hasil produksi yang cukup besar untuk ekspor. Konoditi ekspor menjadi pilihan karena harga yang cukup tinggi sehingga sangat menguntungkan para petani," katanya.

Percepatan pembangunan sektor perkebunan terus dilakukan pemerintah. Untuk 2009 pemerintah daerah menyiapkan lahan perkebunan yang potensial. Luasnya mencapai 159.754 hektare atau 58,17 persen dari luas lahan yang dicadangkan untuk pengembangan perkebunan.

"Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) Berau masa mendatang," sebutnya.

Meningkatnya sektor perkebunan pun mulai terlihat dampaknya. Yakni jumlah tenaga kerja yang direkrut mencapai 30 ribu orang yang sebagian besar tenaga kerja dan petani lokal. Bahkan telah berlangsung pembangunan perkebunan rakyat seluas 9.792 hektare dengan produksi 3.653 ton. Terdiri dari komoditi kelapa 2.547 hektar, kelapa sawit 224,5 hektare, karet 1.281 hektar, kopi 559,3 hektare, lada 1.322 hektare dan lain-lain 394 hektare.

"Liasan lahan perkebunan masyarakat tersebut melibatkan 10.881 petani di berbagai kecamatan. Sementara sektor perkebunan besar mencapai 39.122 hektare untuk komoditi kelapa sawit seluas 38.739 hektare dan karet 382,5 hektare dengan melibatkan tenaga kerja 14.092 orang," paparnya.

Sementara itu perkebunan plasma seluas 4.462 hektare yang melibatkan 22 koperasi dan 4.535 kepala keluarga (KK). Sektor perkebunan diakui sangat membantu perekonomian warga dan memiliki profek yang panjang.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 28 DESEMBER 2009

Artikel Terkait