Pelatihan Petani Kakao Jadi Momentum Perubahan Pola Pikir dan Teknologi

KUTAI BARAT. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas petani perkebunan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pendampingan dan Pemberdayaan Kelompok Tani Perkebunan Tahun 2025 yang digelar pada 20–21 Agustus 2025 di Kampung Linggang Tutung, Kecamatan Linggang Bigung
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Disbun Kaltim yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda, didampingi Penyuluh Pertanian, Dessy Susanti.
Dalam sambutannya, Asmirilda menyampaikan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya mengubah pola pikir petani dari sistem tradisional menuju tata kelola perkebunan yang lebih modern dan berorientasi pasar.
“Tanaman perkebunan, khususnya kakao, kini memiliki prospek yang besar untuk meningkatkan perekonomian daerah sekaligus kesejahteraan petani. Namun, yang menjadi perhatian utama kita adalah bagaimana memperbaiki manajemen kelembagaan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat sistem pemasaran agar hasil produksi lebih terarah dan bernilai jual tinggi,” ujar Asmirilda.
Pelatihan yang diikuti sekitar 20 orang petani dari Kelompok Tani Kakao Jelewet Jaya ini menghadirkan dua pengajar, yakni Fredikus Jiw Ding dan Yaser Algiffari. Mereka memberikan materi tentang teknik budidaya kakao, manajemen kelompok, serta strategi pengembangan usaha produktif.
Asmirilda menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari usulan langsung petugas pendamping lapangan, sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani.
Ada lima strategi utama yang menjadi fokus pemberdayaan, yaitu pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kelompok, pemupukan modal masyarakat melalui kolaborasi dengan swasta, pengembangan usaha produktif, serta penyediaan informasi tepat guna untuk mendukung perencanaan kerja petani.
Lebih jauh, Asmirilda berharap peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik dan mampu menjadi titik balik bagi petani di Kampung Linggang Tutung untuk mengubah pola pikir tradisional menuju pola tanam yang lebih modern dan berbasis teknologi.
“Manfaatkan pelatihan ini sebagai ruang berbagi informasi dan pengalaman. Kita ingin kelompok tani di Kaltim memiliki solidaritas tinggi, saling percaya, dan mampu bertransformasi menjadi kelembagaan yang produktif serta berdaya saing. Dengan semangat kebersamaan, perubahan perilaku dan pola tanam dari cara tradisional menuju teknologi modern dapat diwujudkan,” tambahnya.
Asmirilda juga menekankan bahwa implementasi hasil pelatihan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan perlu tahapan dan pendampingan berkelanjutan dari semua pihak, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun petugas lapangan. Harapannya, Kelompok Tani Jelewet Jaya dapat menjadi contoh sukses penerapan ilmu yang diperoleh.
“Kami ingin kelompok tani yang hadir di sini nantinya mampu membawa kesejahteraan bagi anggotanya, meningkatkan daya saing produk kakao Kutai Barat, dan berkontribusi bagi perekonomian Kalimantan Timur,” tutup Asmirilda penuh optimisme. (fif/disbun)
SUMBER : SEKRETARIAT