Pabrik Karet Ada di Palaran, Pastikan Baunya Tak Cemari Lingkungan
18 Mei 2016 Admin Website Berita Daerah 576
Pabrik Karet Ada di Palaran, Pastikan Baunya Tak Cemari Lingkungan
SAMARINDA. Rencana investasi industri olahan karet di Kecamatan Palaran, Samarinda cukup dinantikan pemerintah dan masyarakat setempat. Sebab, dampak positif yang akan ditimbulkan cukup untuk mendongkrak perekonomian makro Kaltim dan warga sekitar. Pun demikian, mesti ada pengawalan dari pemerintah terkait dampak negatif terhadap lingkungan yang bisa saja ditimbulkan kemudian.

Lurah Handil Bakti M Dahlan menjelaskan, sejauh ini proses perizinan investasi karet itu dinilai bagus, dan didukung masyarakat. "Bahkan mereka (pihak investor, Red) sudah sosialisasi kepada masyarakat, dan terakhir presentasi amdal (analisis dampak lingkungan, Red), pada Februari 2016. Amdal itu menerangkan karet yang memiliki bau menyengat, tidak akan sampai mencemari lingkungan," ujarnya.

Dahlan menambahkan, masyarakat sudah mewanti-wantinya, supaya bau karet tidak mengganggu masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan. Adapun limbah karet, sudah dijanjikan untuk tidak dibuang ke aliran Sungai Mahakam yang berbatasan langsung dengan dermaga perusahaan tersebut.

Sementara itu, Camat Palaran Eko Suprayetno mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya investasi atas nama PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) itu. Dia berharap, investasi ini bisa dipermudah oleh pemerintah pusat yang merupakan regulator utama, sebab PT MKC tersebut berstatus penanaman modal asing (PMA) karena bekerja sama dengan pihak luar negeri.

"Sebab, sebelumnya pernah ada investor yang ingin bangun kilang minyak sawit di Palaran. Mereka sudah melakukan deal pembelian lahan, dan lainnya. Tapi, malah batal karena ada trouble dengan pemerintah pusat. Kami kecewa juga jadinya. Nah, hal tersebut kami harap jangan sampai menimpa industri karet ini, hanya gara-gara permasalahan dari pemerintah pusat. Sebab, dampaknya sangat baik bagi perekonomian masyarakat," tukasnya.

Diketahui, investasi industri olahan karet senilai Rp 500 miliar di Jalan Ampera, Kelurahan Handil Bakti, Palaran tersebut, berada di lokasi bekas perusahaan kayu plywood, PT Sangkulirang Bhakti. Perusahaan yang terakhir beroperasi pada 2007 tersebut juga merupakan satu grup perusahaan dengan perusahaan investor karet tersebut, yang kini dinamai PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC). Grup perusahaan itu menggandeng investor asing, dan memiliki modal biaya pabrikan karet sebesar Rp 197,7 miliar, dengan lahan seluas 25 hektare (ha), dari sebagian luas areal bekas perusahaan kayu tersebut. (mon/lhl/k15)

SUMBER : KALTIM POST, JUMAT, 13 MEI 2016

Artikel Terkait