Pabrik CPO Terus Dibangun
29 September 2009 Admin Website Artikel 356
"Dengan demikian rektrutmen tenaga kerja juga bakal lebih banyak lagi, sehingga memiliki dampak pertumbuhan ekonomi terhadap masyarakat secara luas," kata Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Setkab Kutim Ismunandar, Jumat (25/9).

#img1# Dijelaskan, pada tahun 2008 lalu pengembangan perkebunan sawit sudah mencapai 185 ribu hektare sebagai upaya menyukseskan target Kutim 350 ribu hektare kebun sawit. Langkah ini sekaligus membantu target pemerintah Provinsi Kaltim membangun satu juta hektare kebun sawit di masa mendatang.

Dari 185 ribu hektare kebun sawit yang telah terbangun tersebut, setidaknya Kutim memerlukan sekitar 21 pabrik CPO, apabila semuanya sudah berproduksi menghasilkan tandan buah segar (TBS). Sehingga TBS yang dihasilkan dari kebun sawit milik perusahaan maupun masyarakat yang tersebar di seluruh Kutim ini bisa ditampung dengan baik.

Setidaknya satu pabrik CPO memiliki kapasitas sekitar 660 ton per jam, karena produksi TBS yang dihasilkan perusahaan besar maupun masyarakat juga cukup besar. Bahkan setaip tahun akan semakin bertambah banyak dan puncaknya sekitar 8 hingga 10 tahun ke depan.

Sebagai gambaran, menurut Ismunandar, kebun kelapa sawit yang telah dikembangkan Kutim pada 2000 hanya sekitar 14 ribu hektare, dan tahun 2007 sudah mencapai 125 ribu hectare. Tahun 2008 bertambah lagi menjadi 185 ribu hectare.

"Ini merupakan perkembangan yang sangat baik, karena iklim investasi di daerah ini juga cukuk kondusif. Selain itu, keinginan perusahaan untuk mengembangkan kebun sawit juga semakin membaik karena harga CPO juga terus membaik di pasaran," tambah Ismu, panggilan akrab Asisten Ekbang ini.

Seperti diketahui, perkebunan kelapa sawit di Kutim sudah menyebar di seluruh kecamatan. Bahkan banyak investor yang antre ingin menanamkan modalnya di sektor tersebut, lantaran harga CPO di pasaran dunia semakin membaik.

Alasan lainnya, perkebunan kelapa sawit memiliki masa depan cukup baik. Selain diolah minyak, produk ikutannya juga banyak. Mulai dari sabun, kosmetik dan sebagainya serta beberapa produk hilir lainnya.

Saat ini, pabrik CPO baru terdapat di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, yakni milik PT Swakarsa dan Matra Sawit Grup. Keduanya juga menampung Tandan Buah Segar (TBS) hasil kebun sawit milik masyarakat.

Melalui revitalisasi perkebunan ini, Kutim terus melakukan pembenahan dan pengembangan tanaman kelapa sawit. Baik yang dikelola perusahaan maupun plasma serta perkebunan rakyat. Pemkab Kutim juga meminta kepada investor melalukan pula kerja samakemitraan antara masyarakat dan perusahaan.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, MINGGU, 27 SEPTEMBER 2009

Artikel Terkait