Nilai Ekspor CPO RI di 2009 Turun, Tapi Volume Naik
27 Januari 2010 Admin Website Artikel 328
"Pertambahan ini membuktikan CPO merupakan komoditas yang terus diminati oleh negara-negara di dunia untuk dijadikan bahan baku pangan dan energi, di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang melemah," kata Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan dalam siaran persnya, Selasa (26/1/2010).

#img1# Ia menjelaskan, pada 2009 angka perdagangan ekspor CPO terus meningkat dari kuartal I hingga kuartal IV di 2009. Di kuartal I-2009, ekspor CPO sebesar 3,38 juta ton lalu bertambah menjadi 3,91 juta ton di kuartal II-2009. Selanjutnya terus meningkat menjadi 4,07 juta ton di kuartal III-2009.

Volume ekspor tertinggi terjadi pada kuartal IV-2009 sebanyak 4,1 juta ton, lantaran adanya perayaan hari besar agama seperti Idul Adha, Hari Raya Natal, serta Tahun Baru. Biasanya, momentum ini memicu peningkatan kebutuhan minyak makan sehingga turut mempengaruhi konsumsi CPO.

Sekretaris Jendral Gapki Joko Supriyono, menambahkan faktor turunnya harga CPO di awal tahun 2009 mengakibatkan nilai ekspor minyak sawit Indonesia terkoreksi cukup signifikan. Hal ini disebabkan pergerakan harga CPO tahun 2009 lebih rendah dari 2008. Dibandingkan tahun 2008 yang nilai ekspornya mencapai US$ 15,58 miliar nilai ekspor CPO pada 2009 turun menjadi US$ 10 miliar.

Di kuartal I-2009 nilai ekspor CPO sebesar US$ 2 miliar yang kemudian bertambah menjadi US$ 2,8 miliar. Pada kuartal III, nilai ekspor meningkat US$ 300 juta menjadi US$ 3,1 miliar. Tetapi pada kuartal IV, kinerjanya menurun menjadi US$ 1,9 miliar.

Tahun 2010, diperkirakan harga CPO akan mengalami kenaikan setidaknya hingga kuartal I dengan kisaran US$ 800-US$850/ton. Sementara itu permintaan dunia terhadap minyak sawit juga akan meningkat lebih tajam, sehingga berdampak positif kepada peningkatan volume ekspor CPO Indonesia yang diperkirakan mencapai 18 juta ton pada 2010.

DIKUTIP DARI DETIK ONLINE, SELASA, 26 JANUARI 2010

Artikel Terkait