Minta Bangun Pabrik CPO
25 Oktober 2010 Admin Website Artikel 300
PENAJAM, KALTIM POST. Petani di Penajam Paser Utara (PPU) meminta Pemkab PPU memprioritaskan pembangunan pabrik crude palm oil (CPO). Ini disebabkan pabrik yang sudah ada tidak cukup menampung buah sawit yang diproduksi petani.
 
“Kami berharap Pak Bupati segera mendirikan pabrik CPO. Kalau perlu Perusda Benuo Taka turut berperan aktif dalam membangun pabrik baru ini. Warga PPU sudah banyak punya kebun sawit, jadi kalau mau memasukkan sawit harus antre hingga dua hari,” tutur Burhanuddin, petani sawit asal Sepaku yang ditemui media ini.
 
Permintaan ini pernah diungkapkan anggota DPRD Penajam Muslimin beberapa waktu lalu. Saat itu ia beralasan banyak petani yang sulit menjual sawit yang dipanen. Akibatnya, dalam beberapa hari saja, tandan buah segar yang dipanen membusuk di tanah.
 
Selama ini, petani sawit di PPU hanya menunggu pembeli dari luar daerah. Ironisnya, sawit dibeli dengan harga yang tidak stabil dan cenderung merugikan petani. Bahkan beberapa petani terpaksa menjual sawit mereka ke PTPN di Kabupaten Paser.
  
Petani sawit di PPU juga menyebutkan, kondisi ini menyebabkan tengkulak sawit makin merajalela dan mempermainkan harga beli dari petani. “Petani sawit terkadang harus menjual sawit dengan harga yang ditentukan tengkulak,” katanya.
 
Kerugian besar petanis awit di PPU ironisnya terjadi di saat musim panen. Karena banyak petani yang menunggu pembeli, namun tidak datang ke daerah mereka. Akibatnya banyak tandan buah segar (TBS) yang harus membusuk. Jika dikalkulasikan, nilainya mencapai angka ratusan juta rupiah.
 

Keberadaan pabrik CPO di PPU menurutnya akan memudahkan petani menjual hasil panen tanpa perantara tengkulak. Selain itu memberi keuntungan tersendiri kepada pabrik. “Apalagi syarat mendirikan pabrik kelapa sawit juga sudah dipenuhi, seperti jumlah luasan lahan kelapa sawit yang melebihi 20 ribu hektare,” tuturnya.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 25 OKTOBER 2010


Artikel Terkait