Memaknai Sebuah Anugerah : Sumbangsih Kelapa Sawit Indonesia Bagi Dunia
17 Juli 2009 Admin Website Artikel 272
Tampak hadir pengamat ekonomi Fadil Hasan, Bayu Krisnamurti, Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian. Hampir semua pejabat eselon I lingkup Dep.Pertanian menghadiri acara ini. Bahkan beberapa mantan Dirjen Perkebunan seperti Dr. Rachmat Soebiapradja dan M.Badrun juga kelihatan hadir .

#img1# Dr. Firmazah, Dekan Fakultas Ekonomi-Universitas Indonesia yang mengulas kedua buku tersebut menyampaikan apresiasi. Dekan termuda ini mengatakan bahwa kedua buku ini memberikan informasi penting kepada kita dan generasi berikutnya tentang sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa besar. Kebesaran itu, dibuktikan bahwa Belanda datang ke Indonesia rela melepas cadangan emasnya untuk bisa ditukar atau dibelanjakan demi memperoleh hasil rempah dari Indonesia. Maka, sesungguhnya kita, terutama genarasi muda harus memaknai bagsa kita sebagai bangsa besar, bangsa yang kaya dengan sumber daya hayati dan non hayati salah satunya adalah sebagai penghasil minyak sawit terbesar, tagas Firmanzah. Hal inilah yang diungkapkan di dalam buku Memaknai Sebuah Anugrah : Sumbangsih Kelapa Sawit Indonesia Bagi Dunia yang ditulis oleh seorang intelektual dan birokrat yang kaya dengan pengalaman, jelas Firmanzah lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Anton Apryantono, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Achmad Mangga Barani. Buku Memaknai Sebuah Anugrah : Sumbangsih Kelapa Sawit Bagi Dunia yang ditulis oleh Achmad Mangga Barani dapat memotivasi kita dan generasi muda agar bisa menuangkan pemikran dan pengalamannya dimanapun mereka mengabdi dan bekerja. Apakah di bidang pertanian, perkebunan atau di bidang lainnya, ujar Mentan. Bagi kita, ide dan pengalaman dalam bekerja sehari-hari mungkin merupakan hal biasa. . Tapi kalau kita tuangkan dalam tulisan, apalagi dalam buku, hal ini akan sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi generasi kita berikutnya, tegas Mentan. Untuk itu, apa yang telah dilakukan oleh Achmad, baik beliau sebagai seorang intelektual maupun sebagai pejabat birokrat di Dep. Pertanian yaitu sebagai Direktur Jenderal Perkebunan dapat menjadi contoh dan memotivasi kita dan pejabat di lingkungan Dep. Pertanian untuk membiasakan menulis dan menuangkan pengalamannya baik dalam bentuk artikel atau buku, tambah Mentan.

DIKUTIP DARI WEB DEPARTEMEN PERTANIAN, SELASA, 14 JULI 2009

Artikel Terkait