Produksi Pupuk Urea Tembus 2,9 Juta Ton
05 Januari 2010 Admin Website Artikel 362
"Jumlah produksi urea tersebut hampir menyamai kapasitas desain terpasang pabrik PKT sebesar 2,98 juta ton," kata Hidayat dalam acara yang dihadiri Sekretaris Meneg BUMN Said Didu, Gubernur Kaltim Awang Faroek beserta Muspida Provinsi dan Kota Bontang.

#img1# Selain urea, kata Hidayat, produksi amoniak berhasil melebihi kapasitas sebesar 1,86 juta ton. Angka tersebut sekaligus juga tercatat sebagai jumlah produksi tertinggi yang pernah dicapai pabrik pupuk di Indonesia. Sementara itu, untuk produksi pupuk NPK, PKT mencatat jumlah 119.641 ton, dan untuk produksi pupuk organik sebesar 7.955 ton.

Sukses di bidang produksi juga diikuti bidang pemasaran. Menurut Hidayat selama 2009 PKT telah memasarkan total 2,87 juta ton urea, dimana 2,1 juta ton disalurkan untuk pasar urea bersubsidi dalam negeri, sedangkan untuk sektor perkebunan dan industri sebesar 555 ribu ton dan 208 ribu ton untuk pasar ekspor. Sepanjang tahun 2009 juga nyaris tidak terjadi gejolak atau kelangkaan pupuk di wilayah tanggung jawab distribusi PKT.

Hal ini menurutnya antara lain karena diterapkannya sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang cukup berhasil menjamin bahwa pupuk bersubsidi hanya akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya dan mencegah terjadinya penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Pada 2009 PKT juga mulai membangun sejumlah proyek dan pengembangan, antara lain proyek pembangunan boiler batubara, proyek desalinasi dengan sistem reverse osmosis serta proyek pengembangan kelapa sawit, dimana PKT telah membentuk perusahaan patungan dengan PTPN XIII untuk mengelola perkebunan kelapa sawit di Kutim.

Selain itu, PKT juga tengah membangun pabrik NPK Fuse Granulation berkapasitas 2x100 ribu ton serta tengah mempersiapkan pembangunan pabrik Kaltim-5.

Selama 2009 PKT meraih laba sebesar Rp 667 miliar sebelum pajak, serta memperoleh rating AAA (triple A) berdasarkan penilaian kinerja dari BPKP dan Akuntan Independen. PKT juga menerbitkan obligasi pada Oktober lalu dan berhasil mencatat pembelian kupon sebesar total Rp 791 miliar.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 4 JANUARI 2010

Artikel Terkait