Manfaatkan Batu Bara hingga Limbah Cair Sawit
13 Februari 2015 Admin Website Berita Daerah 281
Manfaatkan Batu Bara hingga Limbah Cair Sawit
TANJUNG REDEB. Mandiri Energi, salah satu visi misi Bupati Berau Makmur HAPK dan Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Rifai, yang harus diwujudkan hingga mengakhiri tugas mereka nanti. Berbagai upaya dilakukan, agar seluruh kampung yang ada bisa menikmati listrik.

Bupati Makmur optimistis, semua program dan rencana itu bisa tercapai. Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU) Lati yang berbahan bakar batu bara kalori rendah, ketika dibangun masih dalam kapasitas 2x7 MW. Sedangkan sekarang sudah ditingkatkan menjadi 3x7 MW. Inilah salah satu terobosan besar Bupati Makmur HAPK bersama Wabup Ahmad Rifai, dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat. Dan, ini terus dikembangkan, sesuai dengan tingginya permintaan masyarakat terkait listrik.

Potensi wilayah yang berbeda di setiap kecamatan, membuat bupati harus menyesuaikan dalam membangun pembangkit listrik. Bila daerah atau kampung memiliki potensi air yang cukup, diluncurkan pembangkit listrik mikrohidro. Ada juga, pembangkit listrik yang menggunakan sinar matahari, seperti yang dibangun di wilayah Kepulauan Derawan dan Maratua. Semua sudah berfungsi dengan baik. Sedangkan, rumah warga yang terpencar dan belum terjangkau jaringan, diberikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Jalan pintas, sebetulnya bisa dilakukan. Yakni, dengan memberikan genset. Namun, akibatnya justru "bencana" bagi warga, dalam mengoperasikannya. Terutama jika harus menanggung beban bahan bakar solar. Termasuk biaya pemeliharaan yang besar, dan hanya bisa bertahan tak lebih dari 12 bulan.

Dua pabrik crude palm oil (CPO) juga telah melakukan terobosan yang luar biasa. Ibu kota kecamatan yang semula hanya menikmati listrik selama 12 jam, kini sudah bisa 24 jam. Ini karena perusahaan membagikan kelebihan listriknya, untuk disalurkan kepada masyarakat, melalui PLN. Talisayan dan Segah, dua kecamatan yang menikmati listrik 24 jam, bersama beberapa kampung di sekitarnya. Dua perusahaan lagi, yakni di Tanjung Batu dan Kelay akan menyusul.

Namun semua itu, belum membuat Bupati Makmur menjadi tenang.  Banyak permintaan warga yang terus mendesak agar kampung mereka juga bisa dialiri listrik. Untuk kesekian kalinya, bupati mengajak perusahaan perkebunan kelapa sawit melakukan terobosan, kalau saja ada yang diproduksi oleh pabrik, yang bisa menjadi sumber energi terbarukan.

Kini, pilihannya adalah limbah cair sawit.  Bahan bakar ini yang lagi digenjot oleh bupati agar dua pabrik CPO, yakni PT Hutan Hijau Mas dan PT Tanjung Buyu Perkasa, bisa merealisasikannya.  Ternyata, gayung bersambut.  Dua perusahaan ini, menjanjikan akan menuntaskan pada 2016.  Bila terjadi, maka sebanyak 4 kampung di kecamatan Segah, juga bisa terang, serta beberapa kampung di wilayah Talisayan, Biatan dan Tabalar juga bisa menikmatinya.

Dari upaya mewujudkan mandiri energi, program yang dicetuskan bupati tersebut, saat ini sebanyak 92,17 persen kampung yang sudah berlistrik dan sekitar 73,88 persen kepala keluarga (KK) yang sudah menikmati listrik. Angka ini, cukup menggembirakan bupati dan wabup, dan ia yakin hingga akhir jabatannya nanti, Berau benar-benar mandiri dalam pemenuhan energi listrik. (hms/san/k16)

SUMBER : KALTIM POST, KAMIS, 12 FEBRUARI 2015

Artikel Terkait