Malinau Bangun Kebun Karet
13 September 2013 Admin Website Berita Daerah 585
Malinau Bangun Kebun Karet

MALINAU. Kepala Dinas Perkebunan Malinau, Lawing Liban menegaskan, rencana pengembangan perkebunan karet untuk masyarakat di wilayah perbatasan tahun ini sudah berjalan.

Program pengembangan perkebunan karet perbaasan tahun ini, jelasnya, ialah berupa penyediaan atau pemberian bibit karet kepada masyarakat di lima kecamatan. Yakni kecamatan Bahau Hulu, Pujungan, Kayan Hilir, Kayan Hulu dan kayah Selatan. “Untuk kecamatan Sungai Boh tidak termasuk karena tahun lalu sudah mendapatkannya,” jelasnya.

Diterangkan Lawing Liban, kegiatan pengembangan perkebunan karet ini diperuntukkan bagi 5 kecamatan perbatasan tersebut.

Setiap kecamatan mendapatkan jatah pengembangan perkebunan karet seluas 9-10 hektar. Setiap hektarnya diperkirakan mencapai 400 bibit karet dengan jarak tanam 7x3 meter. "Lahan untuk lokasi penanamannya itu disediakan masyarakat, sedangkan untuk pembibitan dibantu oleh pemerintah," tegasnya.

Penyediaan pembibitan, jelasnya lagi, dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor). Sesuai rencana, kontraktor akan mendistribusikan bibit karet tersebut di Kayan Hulu, Kayan Hilir dan Kayan Selatan mulai Sabtu (14/9) lewat jalur darat dari Kecamatan Sungai Boh.

Termasuk juga bibit yang ada, Malinau akan dikirim dari Samarinda menuju Sungai Boh kemudian masuk ke Kayan Hulu, Kayan Hilir dan Kayan Selatan. "Kontrak sudah. Sekarang ditangamo kontraktor. Sabtu ini sudah akan dikirim, karena plastik polibag sudah ada disana," terang Lawing Liban.

Untuk perkebunan di perbatasan, tambahnya, pembibitan akan dilakukan di lokasi. Dinas Perkebunan sendiri, tegasnya lagi, sudah menekankan agar kontraktor sesegera mungkin merealisasikan kegiatan tersebut. "Target kita secepatnya. Pokoknya tahun ini harus terealisasikan," tegasnya sekaligus menanggapi catatan yang disampaikan Fraksi Intimung DPRD Malinau dalam Rapat Paripurna kemarin. Fraksi ini mempertanyakan realisasi perkebunan karet di perbatasan, khususnya di Kayan Hilir, Kayan Hulu dan Kayan Selatan yang menelan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT. 13 SEPTEMBER 2013


Artikel Terkait