Krisis Global, Karet Tetap Eksis
30 Maret 2009 Admin Website Artikel 487
Kepala Sub Dinas Produksi Disbun Kukar Sampun Samsuri dalam sosialisasinya mengatakan, tanaman karet meski krisis keuangan global melanda, tetep saja eksis karena kebutuhan karet di dunia sangat besar.

#img1# "Karet akan tetap dicari oleh pembeli, karena semua peralatan rumah dan perlengkapan lainnya memerlukan karet, terutama produksi ban yang memerlukan kebutuhan karet sangat besar," ujar Sampun saat sosialisasi di hadapan anggota Kelompok Tani Baru Mandiri, Selasa (24/3) malam lalu.

Dikatakan, iklim di Indonesia, termasuk wilayah Tabang cocok untuk penanaman karet, karena merupakan hutan hujan tropis. Maka Disbun Kukar melakukan studi pembelajaran awal pembibitan karet. "Jika dipelihara dengan baik, maka pada umur lima tahun pohon karet sudah bisa disadap, lalu kita sudah bisa menikmati hasilnya," paparnya.

Misalnya, jika seorang petani memiliki lahan karet sehektare, maka akan menghasilkan 20 kg lem (getah karet yang sudah mengeras) per harinya. "Harga lem per kilo saat ini Rp 8 ribu, jika sehari Anda menghasilkan 20 kilo lem berarti sehari petani bisa menghasilkan Rp 160 ribu," katanya.

Dengan begitu, taraf hidup petani bisa meningkat, sesuai pilar pembangunan Pemkab Kukar yang salah satunya adalah pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. Disbun Kukar akan memberikan bantuan kepada kelompok tani yang ingin menanam karet, seperti pada Kelompok Tani Baru Mandiri tersebut. Bantuan itu antara lain bibit karet unggul jenis okulasi, pupuk, peralatan perawatan tanaman, mesin pompa air, serta uang untuk perawatan pembibitan karet.

"Untuk itu kelompok tani harus menyiapkan lahan setengah hektare untuk pembibitan terlebih dahulu," ujarnya.

Selanjutnya Sampun Samsuri didampingi staf Disbun lainnya, menjelaskan cara pembibitan karet serta perawatannya. Setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab dengan canggota kelompok tani.Setelah itu Sampun berharap kepada petani, jika bibit dan bantuan sudah diterima, supaya dikelola sebaik-baiknya dan selalu berkoordinasi dengan staf Disbun setempat.
JANGAN DIJUAL

Sosialisasi pembibitan karet oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Pemkab Kukar di Tabang, dihadiri Asisten I Setkab Kukar HM Ghufron Yusuf. Dalam sambutannya, ia mengatakan sektor perkebunan termasuk salah satu program unggulan Pemkab Kukar yang tertuang dalam program Gerbang Dayaku, khususnya pada pilar peningkatan pertanian dalam arti luas.

Dengan mengembangkan sektor pertanian ini, Pemkab Kukar bertekad meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya sesuai dengan kondisi alam di desa masing-masing. "Pemerintah akan meningkatkan sektor pertanian dalam arti luas itu, sesuai dengan kondisi alam suatu daerah. Di Tabang misalnya, cocok untuk perkebunan karet, maka Disbun akan menggalakkan penanaman karet di sini," ujarnya.

Untuk itu, petani harus bersabar menunggu tanaman karet yang hasilnya baru bisa dinikmati lima tahun ke depan. "Jangan sampai karena tidak sabar menunggu hasilnya, kebunnya dijual. Hal itu sangat merugikan sekali pada petani," imbaunya.

Ghufron meminta aparat kecamatan dan Disbun setempat, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memantau perkebunan karet itu nantinya. Agar bisa berjalan dengan baik sampai petani bisa menikmati hasilnya.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, JUMAT, 27 MARET 2009

Artikel Terkait