Karet Bisa Dikembangkan di Kutim
14 Agustus 2008 Admin Website Artikel 363
#img1# Dalam presentasinya di Ruang Tempudau Kantor Bupati kemarin, Manager Operasional Suharto Banaci mengatakan, dipilihnya komoditas karet dibanding sawit bukanlah tanpa alasan.

"Keunggulan dari pengembangan komoditi karet adalah dalam siklus hidupnya perkebunan karet dapat mengembalikan lingkungan hutan dengan ekosistem yang konstan. Juga dapat mengembalikan unsur hara tanah atau bahan organik kedalam tanah, dengan kata lain ramah lingkungan," kata Suharto. "Luas dan keadaan lahan yang ada kurang sesuai untuk pengembangan sawit, maka dari itu kita pilih karet," tambahnya.

Dijelaskan pangsa pasar komoditi ini sangat potensial, karena Rubber Research Intitute or Thailand memproyeksikan hingga 2020 kebutuhan karet mencapai 13,5 juta ton, sedangkan yang tersedia saat ini hanya 7,8 juta ton. Masih kekurangan suplai karet mencapai 5,7 juta ton.

"Belum lagi didukung harga karet alam yang kian meningkat. Pada tahun 1998 harga karet hanya USD 0,7 per kilogram, kini meningkat hingga mencapai USD 3,00 per kilogramnya," jelasnya.

Ketersediaan bibit unggul untuk komoditas tersebut masih banyak. Rencananya kata Suharto, PT Eka Nusa Pratama akan mengembangkan 6 jenis klon (bibit) di area tersebut.

Ditambahkan olehnya, pengembangan perkebunan itu nantinya juga akan menggunakan pola kemitraan kebun inti dan plasma untuk masyarakat sekaligus tenaga kerjanya.

"Dari pengembangan sekitar 14 ribu hektare lahan perkebunan itu kita perkirakan akan menyerap tenaga kerja mencapai delapan ribuan orang," sebutnya.

Sementara Asisten Ekonomi Pembangunan Ir Ismunandar MT yang membuka presentasi itu mengharapkan dari pengembangan perkebunan tersebut bisa meningkatkan laju perekonomian di Kutim.

"Selain masyarakat yang benar-benar dilibatkan dalam pengembangan perkebunan itu, saya berharap nantinya di Sandaran tercipta pertumbuhan ekonomi baru yang dampaknya adalah kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Tidak hanya masyarakat kecamatan tersebut yang sejahtera, tapi masyarakat dari luar daerah juga berminat untuk datang," harap Ismu, sapaan akrab Insmunandar.

Untuk diketahui PT Eka Nusa Pratama sebelumnya akan mengembangkan perkebunan kelapa sawit dengan nama perusahaan PT Comexindo Kaltim Sawit yang penanaman perdananya telah dilakukan oleh Bupati Kutai Timur H Awang Faroek Ishak beberapa waktu lalu. Karena perubahan komoditas yang dikembangkan menjadi karet, tersebut maka nama perusahaan pengembang juga diubah.

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 14 AGUSTUS 2008

Artikel Terkait