Isran Noor Resmikan Pabrik CPO di Muara Wahau
01 November 2010 Admin Website Artikel 249

SANGATTA- Bupati Isran Noor mengajak kepada seluruh masyarakat Kutim agar tidak termakan isu yang menyesatkan. Terutama menyangkut sektor perkebunan kelapa sawit yang diberitakan merusak lingkungan. Hal itu menurut Isran sama sekali tidak benar, karena perkebunan kelapa sawit di Kutim justru mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


    “Masyarakat jangan termakan isu yang menyatakan  perkebunan kelapa sawit merusak hutan, menyusahkan masyarakat dan merusak lingkungan.  Warga jangan percaya dan tak pernah berpikir, tentang kehadiran investor perkebunan kelapa sawit  di Kutim menyusahkan rakyat. Atau berpikir investor mengambil hak masyarakat. Itu tidak benar. Justru kehadiran investor di Kutim membuat kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” kata Isran Noor ketika meresmikan pabrik minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) PT Tapian Nadenggan di Desa Jak Luay, Kecamatan Muara Wahau, Jumat (29/10) lalu. Pabrik ini berkapasitas 80 ton per jam dengan investasi miliaran rupiah.


    Di Desa Jak Luay pernah dua kali kebakaran hebat. Setelah itu, lahan di daerah itu yang tumbuh subur hanya ilalang atau semak belukar. Agar lahan itu menjadi produktif, maka pemerintah mendatangkan investor perkebunan.  Sekarang, yang terlihat  hamparan tanaman kelapa sawit. Tenaga kerja lokal banyak bekerja  menjadi karyawan perusahaan. Nyatanya, ekonomi masyarakat berkembang jauh dibanding sebelum ada perkebunan kelapa sawit  di daerah ini.


    “Jadi oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan coba-coba mencari muka di depan orang asing. Kalau kebun sawit dikatakan merusak lingkungan, itu mungkin hanya persaingan bisnis saja,” terang Isran.

     Pada Jumat pekan lalu, Bupati Kutim melakukan kunjungan kerja di tiga kecamatan dengan agenda berbeda. Salah satunya meresmikan pabrik kelapa sawit PT Tapian Nadenggan berkapasitas 80 ton per jam. Sekitar pukul 13.35 Wita, Bupati melakukan pengguntingan pita menandai peresmian pabrik crude palm oil (CPO) yang dibangun sejak 2006. Peresmian pabrik kelapa sawit tersebut disaksikan ratusan warga setempat.

    Sedangkan dari kalangan pejabat yang hadir adalah Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman, anggota DPRD Mastur Djalal, Kepala Dinas Kehutanan Zulkifli Syachroen. Berikut Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Abiwahyu Hanafi, Kepala Dinas Kepegawaian Daerah Syafruddin. Selanjutnya Camat Telen Baya Sergius, Camat Kongbeng Fahmi Anwar, Ketua Persekutuan Dayak Kutai Timur (PDKT) Yacobus Bayau Lung. Kemudian Direktur Eksekutif PT Tapian Nadenggan Deny Chrisnady.

    Isran mengatakan, peranan sektor swasta di Kutim dalam rangka mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan karyawan dan warga  yang tinggal di kisaran perusahaan perkebunan kelapa sawit, telah dirasakan manfaatnya. Program pembangunan perkebunan kelapa sawit ini sudah dimulai sejak Awang Faroek Ishak menjabat Bupati Kutim yang pertama. Kala itu Isran Noor menjabat Asisten II yang membidangi ekonomi dan pembangunan.  

    Kutim memiliki potensi sumber daya energi yang tak terbaharukan seperti tambang sekitar 27 miliar metrik ton.  Kutim  juga merupakan salah satu daerah sumber energi nasional.


    “Mengapa tambang belum dikelolal maksimal, sementara pemerintah kabupaten lebih cenderung mengembangkan potensi sumber daya terbaharukan seperti perkebunan kelapa sawit, tentu ada alasannya. Kalau sumber tak terbaharukan dikeruk terus- menerus, suatu saat bakal habis. Sedangkan  pengembangan perkebunan kelapa sawit, 25 tahun atau 30 tahun ke depan bisa diremajakan. Kalau sumber tak terbaharukan, begitu habis, ya, habis. Tidak bisa digarap lagi,” tandas Isran Noor.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, SENIN, 1 NOVE,BER 2010


Artikel Terkait