Isran : Keberadaan Forum Agribisnis Klub Memiliki Peran Positif
21 Oktober 2010 Admin Website Artikel 325

SANGATTA - KALTIM POST.  Bupati Kutim H Isran Noor menegaskan, investasi di sektor perkebunan kelapa sawit mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu bukti nyata adalah, warga di Kutim sudah bisa merasakan manfaat keberadaan perkebunan kelapa sawit tersebut.
    “Pengembangan perkebunan kelapa sawit telah memberikan makan positif, yakni mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
    Pernyataan tersebut diutarakan orang nomor satu di Kutim ini, ketika membuka pertemuan Forum Agribisnis Klub di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Rabu (20/10) kemarin. Hadir pada pertemuan itu ratusan pengusaha perkebunan kelapa sawit, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan instansi terkait lainnya.

    Pada kesempatan tersebut Bupati Isran Noor meminta maafr, karena mengingat selama ini Forum Agribisnis Klub belum berjalan maksimal. Hal tersebut terjadi akibat jalinan komunikasi belum terbangun secara konsisten.
    “Keberadaan forum dimaksud memiliki peran positif dalam mengembangkan potensi sumber daya demi kesejahteraan masyarakat. Utamanya, soal pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kutim ke arah yang lebih baik lagi,” lanjut Isran.

    Bupati juga mengakui keberadaan perkebunan kelapa sawit yang sedang marak dikembangkan hampir di 18 kecamatan se-Kutim oleh puluhan perusahaan sudah mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Investasi kelapa sawit di Kutim dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Buktinya, sejumlah warga Kutim yang dahulu  pekerjaannya hanya sebagai pemburu binatang liar, kehidupan mereka kala itu sangat memperihatinkan. Karena merek tinggal di gubuk, yang sebenarnya tidak layak huni. Tapi setelah kebun kelapa sawit dikembangkan, sebagian besar warga Kutim taraf kehidupannya sudah jauh lebih meningkat seperti sekarang ini.

    “Dengan adanya kelapa sawit, warga sudah tinggal di rumah yang bagus. Dalam rumah mereka ada televisi berwarna. Di bawah kolong rumah ada sepeda motor. Ini bukan cerita. Tapi kenyataan. Kalau tidak percaya, silakan jalan-jalan ke wilayah Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng. Warga di sana sudah sejahtera. Ini karena perkebunan kelapa sawit,” jelas Isran

    Perkebunan kelapa sawitdi Kutim akan terus dikembangkan. Menurut catatan Dinas Perkebunan Kutim, saat ini di wilayah yang baru berumur 11 tahun setelah dimekarkan dari Kabupaten Kutai tahun 1999, terdapat 53 buah perusahaan yang sedang beroperasi.Sebagian perusahaan kelapa sawit  itu sudah produksi.
    Untuk menyamakan persepsi membangun Kutim dengan mengandalkan perkebunan kelapa sawit sebagai komoditas andalan masa depan, maka Pemkab Kutim melalui Dinas Perkebunan menyelenggarakan pertemuan Forum agribisnis klub yang bertema “Dengan Kelapa Sawit, Kutim Bangkit.”

Pertemuan sehari ini menurut Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin, melibatkan semua stakeholder (pemangku kepentingan) yang ada di daerah ini. Pertemuan dimaksmembahas tigas persoalan, yakni kemitraan, konversi (pengalihan) dan tata ruang.
    “Tiga masalah tersebut menjadi perhatian serius untuk dicarikan solusi terbaik, agar perusahaan bisa nyaman berinvestasi, dan masyarakat bisa merasakan manfaat keberadaan investor kelapa sawit,” jelas Akhmadi.

 

DIKUTIP DARI KALTIM POST, KAMIS, 21 OKTOBER 2010


Artikel Terkait