Ekspor Komoditas Andalan Terancam
03 Maret 2011 Admin Website Artikel 597
JAKARTA--MICOM: Kisruh politik di kawasan Timur Tengah mengancam ekspor beberapa komoditas andalan ekspor Indonesia. Eksportir komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), kopi robusta, tekstil dan produk tekstil (TPT) harus bersiap menghadapi penurunan permintaan dari kawasan ini.

"Secara keseluruhan mungkin tingkat ekspor non migas kita kesana tidak terlalu besdar,totalnya sekitar US$1,6 miliar per tahun. Berarti 1,25% dari dari total nilai ekspor non migas US$130 miliar tahun lalu,â€Â ujar Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar di Jakarta, Rabu (2/3).

Menurutnya, pasar ekspor Indonesi terbesar di kawasan ini adalah Mesir dengan nilai ekspor sekitar US$900 juta. Komoditas ekspor utama ke kawasan ini adalah CPO dan turunannya.

"Tentu kita mengharapkan eksportir dan produsen CPO kita tidak sulit mencari alternatif pasar lain. Untuk CPO mungkin masih bisa dialihkan karena saat ini harga sedang bagus dan permintaan pasar global masih sangat tinggi,â€Â tuturnya.

Namun, imbuhnya, terdapat 2 komoditas lain yang terancam mengalami penurunan permintaan akibat krisis politik di kawasan itu.

"Ada dua komoditas lain cukup penting yakni kopi. Kopi robusta digemari di Timur Tengah sehingga pasar disana cukup penting. Kinerja ekspor kopi kita belum secerah produk komoditas lain. Ini harus dicarikan pasar alternatif," ujar Mahendra.

DIKUTIP DARI MEDIA INDONESIA, RABU. 2 MARET 2011

Artikel Terkait
Layanan Perkebunan Online
Info Permohonan Informasi
Layanan Pengaduan
Statistik
Online 1
Pengunjung Hari Ini 973
Halaman Dikunjungi Hari Ini 2428
Total Pengunjung 239082
Total Halaman Dikunjungi 2040399
Government Public Relation