(0541)736852    (0541)748382    disbun@kaltimprov.go.id

Disbun Siapkan Fasilitator Tangguh untuk Perkuat Kemitraan dan Korporasi Petani

29 November 2025 Afif Berita Daerah 128
Disbun Siapkan Fasilitator Tangguh untuk Perkuat Kemitraan dan Korporasi Petani

SAMARINDA. Langkah besar untuk memperkuat kapasitas petugas dan petani di Kalimantan Timur kembali digaungkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melalui gelaran Training of Trainer (TOT) “Pelatihan Fasilitator Daerah Tingkat Dasar”.

Enam hari penuh, sejak 24 hingga 29 November 2025, UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menjadi ruang belajar intensif bagi 31 peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim yang berkomitmen membangun perkebunan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kegiatan resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan, yang diwakili Plt Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda. Dalam sambutannya, Asmirilda menyampaikan bahwa TOT ini bukan sekadar pelatihan, melainkan fondasi untuk melahirkan fasilitator daerah yang mampu menggerakkan petani, kelompok tani, hingga koperasi menuju kelembagaan yang semakin kuat.

“Kita sedang menyiapkan pemimpin-pemimpin baru dalam pendampingan petani. Mereka yang hadir di sini punya peran strategis bagi masa depan perkebunan,” ujar Asmirilda.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dari PT LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, yakni Elvia Wisudaningrum selaku tenaga ahli Leadership Development Program, Oni Apriyanto sebagai Tenaga Ahli ESQ dan Sustainability Agribusiness, serta Dwi Aryani Suryaningrum sebagai Tenaga Ahli Pengembangan Bisnis.

Ketiganya memberikan pendampingan menyeluruh selama proses pelatihan, mulai dari penguatan karakter fasilitator, pengelolaan kelembagaan, hingga strategi membangun usaha perkebunan berbasis sustainability. Materi yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi juga praktik, studi kasus, dan simulasi fasilitasi di lapangan.

Dalam sesi penyampaian materi, Oni menyampaikan bahwa membangun kelembagaan petani bukanlah proses instan. Dibutuhkan kesabaran, visi yang jelas, serta metode pendampingan yang efektif agar petani mampu bergerak dalam satu tujuan yang sama.

“Pemberdayaan itu bukan hanya memberi pengetahuan, tetapi menyalakan semangat kolektif agar kelompok-kelompok petani dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang kuat,” ujar Oni.

Oni juga menilai semangat peserta begitu luar biasa selama proses pelatihan, terutama dalam diskusi dan penyelarasan visi kelompok.

Harapan serupa datang dari Elvia dan Dwi Aryani yang banyak menjelaskan pentingnya penguatan usaha tani terintegrasi. Mereka menilai bahwa petani masa kini perlu memahami rantai usaha dari hulu hingga hilir mulai dari budidaya, sarana prasarana, pengolahan hasil, hingga pemasaran dan peluang kemitraan.

Para narasumber juga menjelaskan pentingnya membangun visi bersama antara petugas penyuluh dan petani agar kelembagaan seperti poktan, gapoktan, maupun koperasi dapat berkembang produktif, serta siap berkolaborasi dengan perusahaan besar pemerintah maupun swasta.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh salah satu peserta, Adung Kario Sedio Utomo. Baginya, TOT ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang membangun kebersamaan, memperluas wawasan, dan memperkaya pengalaman.

“Kami berharap ada kelanjutan pelatihan seperti ini. Enam hari kebersamaan membawa cerita baru yang akan kami teruskan kepada masyarakat desa,” tutur Odi.

Menutup rangkaian kegiatan, Plt Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Asmirilda, yang didampingi Penyuluh Pertanian Ahli Muda Disbun Kaltim, Muhammad Fahrozi, kembali menegaskan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat. Penerapan hasil pelatihan di lapangan akan menjadi tolok ukur keberhasilan.

“Hal-hal terkait kegiatan pembelajaran harus benar-benar kita lihat penerapannya di lapangan. Ini penting agar proses pembelajaran kita benar-benar berdampak,” ungkap Asmirilda.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar petugas mampu meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, serta profesionalisme dalam pemberdayaan petani.

Sementara bagi peserta dari kalangan petani, pelatihan ini diharapkan membuka cakrawala baru tentang pentingnya membangun kelembagaan menuju korporasi dan kemitraan yang lebih kuat di sektor perkebunan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Disbun Kaltim berharap 31 fasilitator baru tersebut mampu menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.

Mereka diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan petani dengan inovasi, peluang usaha, serta jejaring kemitraan yang lebih luas, sehingga kesejahteraan petani benar-benar dapat meningkat melalui kelembagaan yang solid dan berkelanjutan. (fif/disbun)

SUMBER : SEKRETARIAT

Artikel Terkait