Disbun Kaji Pembuatan Balsem Lada
15 Juni 2012 Admin Website Artikel 320

SAMARINDA. Tanaman lada (Piper nigrum L) merupakan tanaman rempah utama yang berperan sebagai komoditas penting dalam perdagangan dunia. Di kaltim, lada menempati posisi ke-5 dalam pengembangan komoditas utama perkebunan setelah kelapa sawit, karet, kelapa dalam dan kakao.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Tetapan Perkebunan Disbun Kaltim, Ir. Henny Herdiyanto, MP mengatakan lada merupakan komoditas yang arealnya tersebar hampir di seluruh wilayah Kaltim. Berdasarkan data statistik perkebunan Kaltim tahun 2011, luasan lada mencapai 10.650 hektar dengan produksi 13.190 ton dengan melibatkan petani sebanyak 9.989 orang. 

Kendala yang dihadapi dalam pengembangan komoditi ini, diantaranya adalah rendahnya produktivitas dan pendapatan petani akibat kurangnya mendapat perhatian penanganan usaha lada, penggunaan bibit lada yang tidak melalui tahap seleksi yang memadai, kurangnya perawatan dan kurangnya usaha pemanfaatan lahan dengan tanaman sela.

"Hal yang menggembirakan, makin meluasnya dan berkembangnya usaha aneka ragam produk dari komoditi lada, diantaranya balsem lada. Oleh karena itu Disbun Kaltim melalui UPTD T2P beberapa waktu mengunjungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian di Bogor, Jawa Barat dalam rangka mengkaji lebih lanjut mengenai hasil pengolahan balsem dari bahan lada", ungkap Henny.

Menurutnya, tujuan dari kunjungan ini diantaranya adalah melakukan pembelajaran yang berkaitan dengan proses teknologi pengolahan balsem lada guna meningkatkan pengetahuan petugas dalam proses pembuatan balsem lada dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

"Potensi lada sangat besar di kalangan masyarakat namun sayangnya industri hilirnya terbatas sehingga pengolahannya perlu lebih dikembangkan lagi di masa mendatang agar dapat meningkatkan perekonomian daerah dan memberikan efek pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat", ujarnya.

Ditambahkannya, dari hasil kunjungan ini pihaknya akan mengadakan sosialisasi dan pelatihan yang diperuntukkan kepada petani lada di Kaltim. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah wawasan petani dalam proses pembuatan balsem lada dengan bahan olahan dari limbah lada serta upaya melestarikan lada di Kaltim sebagai sumber daya lokal dan alternatif dalam peningkatan ekonomi berbasis kerakyatan. (rey)

SUMBER : UPTD TEKNOLOGI TERAPAN PERKEBUNAN

Artikel Terkait