Demplot Display Penas-KTNA 25 Hektare
15 Februari 2011 Admin Website Artikel 288

SAMARINDA - Demplot display Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelayan (Penas-KTNA) XIII, telah disiapkan 25 hektare tepat di belakang Stadion Madya Tenggarong Seberang yang terbagi dalam tiga peruntukkan.
Dari 25 hektare demplot yang disiapkan, terbagi menjadi tiga peruntukkan yaitu demplot khusus untuk Pusat Penelitian (Puslit) Kementerian Pertanian, demplot dari SKPD Provinsi dan Ditjen serta demplot ke tiga diperuntukkan bagi swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Harian Pelaksana KTNA Kaltim, M. Yadi Sofyan Noor menjelaskan demplot-demplot ini akan berisi display tentang teknologi tepat guna bagi petani dan nelayan, dengan materi sederhana sehingga sangat mudah dipahami, dicontoh dan diterapkan.

"Intinya display ini akan berisi teknologi tepat guna bagi petani dan nelayan yang mudah diserap dan diaplikasikan di lapangan, antara lain berupa cara pemupukan dan lain-lain," jelasnya.

Hingga kini, demplot yang disiapkan dalam tahap uji coba penanaman dan pemakaian lahan, sehingga diharapkan ketika Penas KTNA berlangsung Juni mendatang, demplot ini telah ditampilkan sesuai dengan peruntukkan masing-masing.

Dinas Pertanian Tanamaan Pangan dan Hortikultura, contohnya, akan menyiapkan tanaman padi sawah yang dicampur atau diversifikasi antara padi, kolam ikan (minapadi) dan tanaman buah pada sekitar persawahan (mix farming).

Dengan tema "Melalui Pemberdayaan Petani Nelayan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, Kita kembangkan Daya Saing Perekonomian Nasional dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan, " diharapkan terjadi perputaran ekonomi besar selama penyelenggaraan Penas KTNA XIII.

Penas KTNA merupakan ajang kontak bagi petani dan nelayan dalam berbagi informasi rutin setiap tiga-empat tahun sekali. Jika pada 2001 Penas-KTNA di Tasikmalayan Jawa Barat, 2004 di Manado (Sulut) , 2007 di Palembang (Sumsel) dan 2011 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim.

"Penas KTNA mendatang akan ditentukan dalam rapat pleno di akhir Penas di Tenggarong kelak. Namun, Provinsi Riau, Bali dan Banten menginginkan Penas-KTNA mendatang," ujar Sofyan.

Dengan pelaksanaan Penas KTNA di Tenggarong, yang dijadwalkan pada 18-23 Juni 2011, diharapkan ekonomi Kota Tenggarong semakin bergairah. Selain perputaran uang karena pembelian oleh peserta yang jumlahnya 30 ribu orang, akan dirasakan efek ekonomi oleh masyarakat.

"Dalam hitungan sederhana saja, jika 30 ribu peserta sedikitnya membelanjakan Rp1,5 juta perorang selama seminggu penyelenggaraan Penas ini, maka akan terjadi perputaran uang mencapai Rp45 miliar. Belum lagi keuntungan ekonomi lain yang diperoleh peserta," ujarnya.

 

SUMBER : HUMAS PROV. KALTIM


Artikel Terkait