Bimtek Pasca Panen Kakao
01 April 2021 Admin Website Berita Daerah 31
Bimtek Pasca Panen Kakao

SAMARINDA. Dinas Perkebunan Kaltim menggelar Bimbingan Teknis Pembinaan Pasca Panen Kakao di Desa Lung Anai Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengungkapkan Kakao di Kaltim merupakan unggulan ketiga setelah kelapa sawit dan karet.

Pada 2016 lanjutnya, luas perkebunan Kakao di Kaltim mencapai 8.231 hektar dan total produksi 4.011 ton tersebar di Kabupaten Kutai Timur, Berau dan Kutai Kartaengara.

"Luas perkebunan Kakao setiap tahun semakin berkurang. Disebabkan bertambahnya luasan kelapa sawit yang banyak diminati masyarakat," kata Ujang Rachmad, Rabu (31/3/2021).

Ujang juga mengakui permasalahan kakao sampai saat ini mutu masih rendah. Hal ini menurut dia, kurangnya pemeliharaan tanaman dan penanganan pasca panen kakao secara baik dan benar, sehingga kakao tercampur dengan benda-benda asing lainnya.

"Pengeringan yang kurang sempurna menyebabkan biji kakao tumbuh jamur serta volume biji kakao yang difermentasi relatif masih sedikit, sehingga pedagang pengumpul mencampur antara kakao fermentasi dan non fermentasi," ungkapnya.

Untuk meningkatkan produksi Kakao, tambahnya, dilakukan upaya memperbaiki kondisi tanaman kakao (pemupukan, pengendalian hama dan penyakit tumbuhan) produksi dan mutunya (kualitas fermentasi, sertifikasi).

"Melalui bimtek penanganan biji kakao non fermentasi menjadi fermentasi, serta uji mutu biji kakao untuk sertifikasi produk biji kakao," ungkapnya.

Bimtek hari diikuti 25 peserta menghadirkan narasumber dari Pulitkoka Hendy Firmanto.(yans/sdn/humasprovkaltim)


Artikel Terkait